Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AS-Iran Disebut Telah Capai Kesepakatan Gencatan Senjata

        AS-Iran Disebut Telah Capai Kesepakatan Gencatan Senjata Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan tinggal selangkah lagi mencapai kesepakatan mengenai nota kesepahaman (MoU) untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

        Selain menghentikan ketegangan militer, draf ini juga menjadi pembuka jalan bagi negosiasi ulang program nuklir Teheran.

        Meski tim negosiator kedua negara telah lampu hijau, kesepakatan ini belum sepenuhnya final. Presiden AS Donald Trump dilaporkan masih menahan persetujuan resminya.

        Laporan media AS, Axios, pada Kamis (28/5) mengungkapkan bahwa tim negosiator AS telah memaparkan rincian kesepakatan tersebut kepada Trump. Namun, sang presiden memilih tidak langsung menandatanganinya.

        "Presiden menyampaikan kepada para mediator bahwa dirinya meminta waktu beberapa hari untuk mempertimbangkannya," ujar seorang pejabat AS yang dikutip Axios.

        Di sisi lain, Iran juga belum memberikan konfirmasi resmi. Kendati demikian, sumber pejabat AS mengklaim bahwa tim negosiator Iran menyatakan telah mengantongi izin yang diperlukan dan siap menandatangani dokumen tersebut.

        Poin-Poin Penting Kesepakatan AS-Iran

        Jika draf ini resmi ditandatangani, berikut adalah sejumlah poin krusial yang akan berlaku selama masa gencatan senjata 60 hari:

        • Bebas Hambatan di Selat Hormuz: Pengiriman barang yang melintasi jalur laut kritis tersebut dipastikan bebas hambatan. Iran diwajibkan membersihkan semua ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari. Tidak boleh ada pungutan biaya maupun serangan terhadap kapal dagang.
        • Pencabutan Blokade Laut & Sanksi Minyak: AS akan mencabut blokade angkatan laut di seluruh pelabuhan Iran secara bertahap, sebanding dengan pulihnya pelayaran komersial. Washington juga bakal memberikan pengecualian sanksi agar Iran bisa kembali menjual minyaknya secara bebas.
        • Komitmen Non-Nuklir Iran: Teheran berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir. Isu utama yang akan langsung dibahas dalam 60 hari ke depan adalah mekanisme pembuangan uranium yang telah diperkaya tinggi serta pembatasan pengayaan uranium ke depan.
        • Pencairan Dana & Bantuan Kemanusiaan: Sebagai timbal balik, Gedung Putih berkomitmen membahas pencabutan sanksi ekonomi, mencairkan dana Iran yang dibekukan, serta menyusun mekanisme agar Iran bisa menerima bantuan kemanusiaan dan logistik.
        • Damai Israel-Hizbullah: Kesepakatan ini juga mensyaratkan penghentian konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon, sebuah poin sensitif yang dilaporkan sempat memicu diskusi intens antara Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

        Meski draf sudah di meja, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan ragu mengambil opsi militer jika hasil akhir negosiasi nanti tidak sesuai dengan ekspektasinya. Hal itu ia sampaikan langsung pada Rabu (27/5).

        "Kami tidak puas dengan hasil negosiasi ini, tetapi kami akan puas nanti. Jika tidak, kami akan tetap harus menuntaskan pekerjaan ini (aksi militer-red)," tegas Trump.

        Seorang pejabat AS menekankan bahwa MoU 60 hari ini baru merupakan langkah awal. "Ini merupakan kesepakatan untuk mengajak semua pihak berunding bersama. Kami akan membahas mengenai detailnya dalam negosiasi ini," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: