Jutaan Keluarga Mulai Kesulitan Cari Makanan, Ancaman Kelaparan Tengah Mengintai Amerika
Kredit Foto: Istimewa
Di tengah klaim pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS), jutaan keluarga justru menghadapi kenyataan pahit di meja makan mereka. Federal Reserve New York mengungkap lonjakan kerawanan pangan yang kini bahkan melampaui kondisi saat puncak pandemi Covid-19.
Yang paling terdampak adalah rumah tangga berpenghasilan rendah dan keluarga yang memiliki anak kecil. Banyak ibu rumah tangga kini harus berjuang lebih keras untuk memastikan makanan tetap tersedia bagi keluarganya.
Baca Juga: FIFA Ungkap Alasan Mahalnya Harga Tiket Piala Dunia 2026: Efek 'Kebijakan' Amerika Serikat
Dalam survei yang dilakukan pada Februari 2026, sebanyak 10 persen rumah tangga mengaku tidak memiliki cukup makanan atau mengalami situasi di mana anak-anak mereka harus melewatkan waktu makan.
Angka tersebut melonjak drastis dibandingkan Juni 2020 saat pandemi Covid-19, yang saat itu hanya berada di level 4 persen.
Federal Reserve New York menyebut peningkatan kerawanan pangan kali ini sangat mengkhawatirkan karena terjadi ketika ekonomi nasional secara umum masih mencatat pertumbuhan.
"Kami menemukan peningkatan luar biasa dalam kerawanan pangan, terutama di antara rumah tangga dengan pendidikan dan pendapatan rendah, serta rumah tangga dengan anak kecil," tulis Fed New York dalam laporannya, dikutip Minggu (31/5).
Tekanan ekonomi juga memaksa semakin banyak keluarga mencari bantuan pangan. Persentase warga yang mengandalkan sumbangan makanan maupun program bantuan pemerintah kini telah melampaui 15 persen, naik dari 10,6 persen pada awal pandemi.
Selain itu, lebih dari sepertiga keluarga mengaku harus menguras tabungan darurat hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Situasi ini bahkan tercatat sebelum pecahnya konflik Iran yang kemudian memicu lonjakan harga pangan dan energi di Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir.
Data tersebut menggambarkan bahwa bagi banyak keluarga Amerika, terutama para ibu yang mengatur kebutuhan rumah tangga, tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal menabung atau berinvestasi, melainkan memastikan anak-anak mereka tetap bisa makan dengan layak setiap hari.
Baca Juga: FIFA Diseret ke Penyelidikan, Amerika Cium Aroma Manipulasi Tiket Piala Dunia 2026
Kondisi itu menjadi ironi tersendiri di tengah status Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar dunia, ketika ancaman kelaparan justru kembali menghantui sebagian masyarakatnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar