Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

FIFA Ungkap Alasan Mahalnya Harga Tiket Piala Dunia 2026: Efek 'Kebijakan' Amerika Serikat

FIFA Ungkap Alasan Mahalnya Harga Tiket Piala Dunia 2026: Efek 'Kebijakan' Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akhirnya buka suara setelah diserang kritik terkait mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Presiden FIFA Gianni Infantino membela kebijakan organisasinya dengan menegaskan bahwa tingginya harga tiket dipengaruhi besarnya permintaan global terhadap turnamen tersebut.

Baca Juga: Amerika Serikat Kembali Berulah, Timnas Iran Terancam Tak Bisa Bertanding di Piala Dunia FIFA 2026

Menurut Infantino, sistem “dynamic pricing” atau penentuan harga berdasarkan tingkat permintaan merupakan praktik yang lazim digunakan dalam industri hiburan dan olahraga di Amerika Serikat.

Ia menilai antusiasme publik terhadap Piala Dunia 2026 memang berada di level yang sangat tinggi sehingga harga tiket ikut terdorong naik.

“Standar harga acara olahraga di Amerika memang tinggi dan permintaan global untuk Piala Dunia sangat besar,” ujar Infantino.

FIFA juga berdalih hukum di Amerika Serikat membuat pihaknya sulit membatasi praktik penjualan kembali tiket oleh pihak ketiga setelah tiket resmi dibeli. Meski demikian, penjelasan tersebut belum mampu meredam kritik publik.

Harga tiket final Piala Dunia 2026 dilaporkan mencapai ribuan dolar AS atau setara puluhan juta rupiah. Angka tersebut disebut lima kali lebih mahal dibanding final Piala Dunia Qatar 2022.

Bahkan jika dibandingkan dengan Piala Dunia 1994 yang juga digelar di Amerika Serikat, harga tiket final kali ini disebut hampir 20 kali lebih mahal.

Tak hanya harga tiket pertandingan, publik juga menyoroti mahalnya biaya tambahan lain seperti parkir dan tiket kereta menuju stadion.

Kontroversi semakin membesar setelah Jaksa Agung New York Letitia James dan Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport meluncurkan penyelidikan terhadap FIFA terkait dugaan harga tiket berlebihan dan ketidakakuratan informasi kursi penonton.

Meski FIFA menyediakan sejumlah tiket murah untuk laga fase grup tertentu, jumlahnya dinilai terlalu sedikit dibanding tingginya permintaan pasar.

Piala Dunia 2026 sendiri diprediksi menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta serta digelar di tiga negara sekaligus.

Baca Juga: FIFA Kaget, Amerika Serikat Ogah Terima Kehadiran Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Namun di balik kemegahan tersebut, polemik harga tiket kini menjadi ancaman baru bagi citra FIFA di mata penggemar sepak bola dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar