Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jemaah Indonesia Telat Makan Sembilan Jam Di Mina Hingga Lansia Drop

        Jemaah Indonesia Telat Makan Sembilan Jam Di Mina Hingga Lansia Drop Kredit Foto: Kemehaj
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tim Pengawas Haji DPR RI menemukan sejumlah jemaah haji Indonesia tidak mendapatkan makanan hingga sembilan jam saat berada di tenda Mina. Kondisi tersebut berdampak buruk pada penurunan tingkat kesehatan para jemaah lanjut usia yang menjalani puncak rangkaian ibadah haji.

        "Ada beberapa jemaah yang sudah sembilan jam berada di dalam tentatidak mendapatkan fasilitas makan. Akhirnya para lansia drop. Tentu saja ini menjadi perhatian dari DPR," kata Anggota Timwas Haji DPR RI Selly Andriany Gantina.

        Persoalan krusial ini tidak boleh dianggap sepele mengingat fase Mina merupakan salah satu tahapan paling berat dalam pelaksanaan ibadah haji. Ribuan jemaah harus menjalani aktivitas ibadah dalam kondisi cuaca panas ekrem serta tingkat kepadatan yang sangat tinggi.

        Selly menegaskan kebutuhan konsumsi, pasokan air, serta layanan kesehatan menjadi faktor utama yang sangat menentukan keselamatan jemaah. Selain masalah konsumsi, ketersediaan air bersih untuk keperluan fisik dan ibadah wudu juga disoroti secara tajam.

        "Kalau memang sekiranya ini menjadi masalah, kenapa jemaah tidak di-tanazul-kan saja sehingga tidak menjadi beban. Jangan sampai mereka terbebani, tidak mendapatkan makanan, sakit di dalam tenda, dan tidak mendapat fasilitas kesehatan yang layak," tandas Selly.

        Skema tanazul diusulkan sebagai solusi agar jemaah risiko tinggi tidak wajib menginap di Mina dan bisa langsung kembali ke hotel Makkah. DPR menegaskan pemenuhan hak pelayanan dasar berupa makanan, air, dan kesehatan bagi jemaah harus dipenuhi secara optimal.

        Pada sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah mengerahkan 19 unit mobil golf di kawasan Mina untuk membantu mobilitas jemaah. Penyediaan armada khusus tersebut disalurkan secara resmi melalui pergerakan Satgas Operasional Armuzna.

        "Satgas operasional Armuzna telah mengerahkan ada 19 unit mobil golf di kawasan Mina," ungkap Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff.

        Langkah pengerahan puluhan armada tersebut dilakukan di tengah tingginya tingkat mobilitas serta kepadatan di kawasan area Jamarat. Mobil golf disiapkan untuk membantu jemaah lansia, korban kelelahan fisik, hingga jemaah yang terpisah dari rombongan.

        "Mobil golf ini disiapkan untuk membantu jemaah haji Indonesia yang mengalami kelelahan, jemaah yang lanjut usia serta jemaah yang terpisah dari rombongan maupun jemaah yang kehilangan arah setelah melaksanakan lontar jumrah dan tidak memiliki kondisi fisik yang baik," jelas Maria.

        Baca Juga: Bahlil Titip Pesan Menohok ke Raffi Ahmad Usai Haji: Kalau Bisa Kelakuan Berubah!

        Seluruh armada mobil golf disiagakan secara aktif dengan bergerak menyisir sejumlah titik strategis di sekitar area pintu keluar Jamarat. Pola pergerakan ini bertujuan memastikan setiap jemaah yang membutuhkan pertolongan medis darurat dapat segera dievakuasi secara cepat.

        "Petugas di lapangan bergerak sigap membantu jemaah yang mengalami kelelahan, kemudian juga mengevakuasi jemaah di jalur-jalur padat, mendampingi jemaah pula yang terpisah dari rombongan dan memastikan para jemaah dapat kembali ke tenda masing-masing dalam kondisi selamat dan aman," pungkas Maria.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: