Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Presiden Langka, Qodari: Mungkin Satu-satunya di Dunia...

        Prabowo Presiden Langka, Qodari: Mungkin Satu-satunya di Dunia... Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki modal yang tidak dimiliki banyak pemimpin dunia saat ini. Di tengah ketegangan geopolitik global dan rivalitas negara-negara besar, Prabowo disebut mampu menjaga hubungan baik dengan para pemimpin dari kekuatan-kekuatan utama dunia sekaligus.

        Penilaian itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Menurutnya, kemampuan Prabowo membangun kedekatan dengan pemimpin negara-negara adidaya menjadi keunggulan strategis yang dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia.

        Dalam jumpa pers di Wisma Danantara, Minggu (31/5), Qodari menyebut Prabowo memiliki relasi yang baik dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, hingga Presiden China Xi Jinping.

        "Presiden Prabowo adalah figur yang unik, mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya, beliau punya hubungan yang baik dengan Presiden Putin dari Rusia, dengan Presiden Donald Trump dari AS maupun dengan Xi Jinping dari RRC," kata Qodari.

        Menurutnya, hubungan tersebut bukan sekadar kedekatan personal, melainkan aset penting yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global maupun memperjuangkan kepentingan nasional ke depan.

        Baca Juga: Bakom Sebut Arahan Prabowo Perluas Bahasa Prancis Sejalan dengan Kebutuhan Global

        "Semua ini tentu kita merasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini maupun pada konteks masa depan," ujar dia.

        Qodari menjelaskan, dalam hubungan internasional modern, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi atau politik semata. Hubungan personal antarpemimpin negara juga memiliki peran besar dalam membuka peluang kerja sama strategis.

        Ia menyebut hubungan personal yang dibangun Prabowo dengan sejumlah kepala negara merupakan bentuk modal sosial yang bernilai tinggi dalam diplomasi internasional.

        "Kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan modal-modal yang lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik dalam hal membangun hubungan baik dan kerja sama antar negara," terangnya.

        Baca Juga: Prabowo Disebut Punya Akses ke Tiga Kekuatan Dunia: AS, Rusia, dan China! Untung atau Buntung?

        Menurut Qodari, modal sosial tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk memperkuat posisi tawar di berbagai sektor, mulai dari diplomasi, perdagangan, investasi hingga kerja sama strategis dengan banyak negara.

        Di tengah persaingan global yang semakin kompleks, ia pun meyakini kemampuan Prabowo menjaga hubungan baik dengan berbagai blok kekuatan dunia akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia dalam memperluas kemitraan internasional dan memperkuat kepentingan nasional di masa mendatang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: