Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Negosiasi Jadi Lebih Sulit,' Kritik Publik Amerika Soal Perang Iran Ternyata Ganggu Trump

        'Negosiasi Jadi Lebih Sulit,' Kritik Publik Amerika Soal Perang Iran Ternyata Ganggu Trump Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku kesal dengan derasnya kritik yang datang dari berbagai kalangan di dalam negeri terkait penanganan konflik dengan Iran. Menurutnya, tekanan politik yang terus bermunculan justru membuat proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan damai menjadi semakin sulit.

        Trump menegaskan Iran sebenarnya masih memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Namun, berbagai komentar dan tuntutan yang saling bertentangan dari para pengkritiknya disebut mengganggu ruang diplomasi yang sedang berjalan.

        Baca Juga: 'Kami Sudah Tak Peduli,' Amerika Beri Lampu Merah Soal Negosiasi dengan Iran

        “Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik bagi Amerika Serikat serta sekutu-sekutu kami,” ungkap Trump melalui platform Truth Social, dikutip Selasa (2/6).

        Presiden AS itu kemudian meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang terus mengomentari langkah pemerintahannya dalam menghadapi Iran. Menurut Trump, ada kelompok yang mendesaknya bergerak lebih cepat, sementara kelompok lain meminta sebaliknya.

        Ia juga menyinggung kritik yang datang dari kalangan Demokrat serta sebagian politisi Partai Republik yang dinilainya tidak membantu proses penyelesaian konflik.

        Trump menilai perdebatan politik yang terus berlangsung di ruang publik justru memperberat tugas pemerintah dalam membangun komunikasi dengan Teheran.

        “Jauh lebih sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dan bernegosiasi ketika para pengkritik politik terus berkicau negatif tanpa henti, meminta bergerak lebih cepat, lebih lambat, berperang atau tidak berperang,” ujarnya.

        Meski demikian, Trump tetap berupaya meyakinkan publik bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Ia meminta masyarakat memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyelesaikan proses negosiasi yang sedang berlangsung.

        “Duduk saja dan tenang, semuanya akan berakhir dengan baik,” kata Trump.

        Pernyataan tersebut muncul ketika ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kedua negara saling melancarkan serangan terhadap target militer yang berada di sekitar kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

        Ketegangan tersebut berlangsung di tengah upaya diplomatik yang masih berjalan. Trump berulang kali menyatakan Washington dan Teheran sebenarnya sudah mendekati titik kesepakatan sejak gencatan senjata mulai berlaku pada awal April lalu.

        Namun hingga kini, proses negosiasi belum menghasilkan terobosan signifikan. Bahkan sejumlah laporan menyebut pemerintah AS masih mengajukan revisi terhadap beberapa poin penting dalam rancangan kesepakatan terbaru dengan Iran.

        Baca Juga: Harga Bensin Meroket Tajam karena Perang Iran dan Amerika, Trump: Rakyat Akan Mengerti

        Situasi ini membuat proses diplomasi berjalan di bawah tekanan besar, tidak hanya dari dinamika konflik di lapangan, tetapi juga dari pertarungan politik yang terus memanas di dalam negeri Amerika Serikat. Bagi Trump, kritik yang terus bermunculan kini bukan sekadar persoalan politik domestik, melainkan faktor yang berpotensi menghambat peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: