Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Kami Sudah Tak Peduli,' Amerika Beri Lampu Merah Soal Negosiasi dengan Iran

'Kami Sudah Tak Peduli,' Amerika Beri Lampu Merah Soal Negosiasi dengan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan sikap yang semakin dingin terhadap proses negosiasi damai dengan Iran. Bahkan, Trump secara terbuka mengaku tidak peduli apabila pembicaraan yang selama ini berlangsung akhirnya benar-benar berakhir tanpa kesepakatan.

Dalam wawancara dengan CNBC, Senin (1/6/2026), Trump mengatakan dirinya tidak terlalu memikirkan nasib perundingan yang selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu agenda utama diplomasi Washington di Timur Tengah.

Baca Juga: 'Buruk atau Lebih Buruk', Iran Tunggu Amerika Terima Syarat Damai yang Diajukan Teheran

"Saya tidak peduli jika semuanya berakhir, sejujurnya. Saya benar-benar tidak peduli," kata Trump.

Pernyataan itu muncul setelah beredar laporan bahwa Iran mempertimbangkan menghentikan seluruh negosiasi dengan AS di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, termasuk operasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.

Trump bahkan mengaku mulai kehilangan minat terhadap proses diplomasi tersebut karena dianggap berjalan terlalu lama tanpa hasil yang jelas.

"Jika berakhir, ya berakhir. Jika tidak, saya rasa mereka membutuhkan waktu terlalu lama. Terus terang, saya pikir pembicaraan itu mulai sangat membosankan," ujarnya.

Meski demikian, Trump mengatakan pihak Iran belum secara resmi menyampaikan kepada dirinya bahwa mereka menarik diri dari perundingan.

Di tengah komentar keras tersebut, Trump justru menyampaikan pesan yang terkesan bertolak belakang melalui media sosial Truth Social. Ia mengklaim pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan terus bergerak cepat.

"Tidak ada yang memberi tahu saya bahwa mereka menghentikan negosiasi," katanya.

Sikap Trump ini dinilai memperlihatkan perubahan pendekatan Washington terhadap konflik Iran. Jika sebelumnya Gedung Putih terus menekankan pentingnya jalur diplomasi, kini presiden AS justru memberi sinyal bahwa kelanjutan negosiasi bukan lagi prioritas utama.

Situasi semakin rumit karena Iran dikabarkan mempertimbangkan langkah-langkah baru di Selat Hormuz, sementara pembahasan kerangka perdamaian antara kedua negara masih belum menemukan titik temu.

Baca Juga: Amerika Coba Sembunyikan 'Sesuatu' Terkait Kesehatan Trump, Begini Kata Dokter Independen dari Texas

Hingga kini belum ada kepastian apakah perundingan akan dilanjutkan atau benar-benar berakhir. Namun pernyataan Trump menjadi indikasi kuat bahwa Washington tidak lagi menunjukkan urgensi yang sama seperti pada tahap awal negosiasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar