Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        MBG Distribusinya Saja Belum Merata di Indonesia, Arab Saudi Nanti Dulu Kata DPR

        MBG Distribusinya Saja Belum Merata di Indonesia, Arab Saudi Nanti Dulu Kata DPR Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wacana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Sekolah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Pemerintah diminta lebih memprioritaskan pemenuhan program tersebut di dalam negeri sebelum memperluas jangkauan ke luar negeri.

        Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menilai masih banyak anak sekolah di Indonesia yang belum merasakan manfaat program unggulan tersebut. Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu memastikan distribusi MBG berjalan optimal di seluruh daerah terlebih dahulu.

        Baca Juga: ‘Tanpa Saya, Anda Sudah Dipenjara,’ Netanyahu Diamuk Trump Gegara Rusak Upaya Negosiasi Amerika-Iran

        "Menurut hemat saya, kita urus dulu yang di dalam negeri, masih banyak anak sekolah di dalam negeri yang belum mendapatkan jatah MBG," kata Irma, dikutip Rabu (3/6).

        Irma mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia.

        Menurutnya, pemerintah harus mampu membuktikan bahwa MBG benar-benar berkontribusi dalam meningkatkan imunitas, kecerdasan, serta menurunkan angka stunting di Indonesia.

        Ia menilai fokus utama saat ini seharusnya berada pada penguatan pelaksanaan program melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berjalan di berbagai daerah.

        Selain aspek manfaat, Irma juga mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan kemampuan fiskal negara sebelum membuka layanan MBG bagi warga negara Indonesia di luar negeri.

        Menurutnya, perluasan program ke luar negeri akan menghadirkan tantangan baru, terutama terkait pengawasan, distribusi, dan efektivitas penggunaan anggaran negara.

        "Nggak usah jauh-jauh ke Saudi, anak-anak BMI di Malaysia jauh lebih banyak dan butuh perhatian," tegas Irma.

        Pernyataan tersebut muncul setelah Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana membuka peluang menghadirkan MBG bagi siswa Sekolah Indonesia Jeddah. Usulan itu muncul setelah kunjungannya ke sekolah yang menampung lebih dari seribu anak pekerja migran Indonesia.

        Dadan menyebut para siswa menyampaikan harapan agar bisa menikmati program yang sama seperti anak-anak di Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa usulan tersebut masih akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum diputuskan lebih lanjut.

        Baca Juga: 'Negosiasi Jadi Lebih Sulit,' Kritik Publik Amerika Soal Perang Iran Ternyata Ganggu Trump

        Bagi DPR, langkah yang lebih mendesak saat ini adalah memastikan manfaat MBG dirasakan secara merata di dalam negeri. Setelah tujuan utama program tercapai, barulah opsi ekspansi ke luar negeri dapat dipertimbangkan secara lebih matang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: