Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Tanah Colomadu Meledak, Investor Berebut Lahan Dekat Rumah Jokowi

        Harga Tanah Colomadu Meledak, Investor Berebut Lahan Dekat Rumah Jokowi Kredit Foto: Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Realestat Indonesia (REI) Komisariat Surakarta, Oma Nuryanto, mengungkapkan bahwa harga tanah di Colomadu, Karanganyar, melonjak hingga Rp9 juta per meter persegi akibat pembangunan rumah pensiun Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

        "Memang karena Pak Jokowi juga Presiden atau mantan Presiden juga akan mendongkrak harga tanah di sekitaran Colomadu," kata Oma, dikutip Rabu (3/6).

        Selain faktor kehadiran rumah pensiun Jokowi, kawasan ini dinilai semakin strategis berkat akses Jalan Adipati yang terhubung langsung ke jalan tol dan Bandara Internasional Adi Soemarmo (SDC).

        Oma menjelaskan, harga tanah di Colomadu sebelumnya berada di kisaran Rp5 juta per meter persegi, lalu naik menjadi Rp7–9 juta per meter persegi. 

        "Kurang lebih ya karena tergantung luas tanah juga. Yang sekarang ya range (sekitar) Rp 9 juta sampai Rp 7 sampai Rp 8 juta. Tergantung luas tanahnya juga. (Semakin luas?) Semakin murah karena luasan 500 meter persegi sama 2.000 meter persegi otomatis lebih mahal yang kecil," jelasnya.

        Meski begitu, Colomadu bukan satu-satunya kawasan dengan harga tanah tertinggi di Karanganyar. 

        Menurut Oma, lahan di sekitar rumah pensiun Jokowi banyak diburu investor untuk pengembangan kawasan komersial seperti ruko, hotel, dan restoran, bukan untuk perumahan.

        "Komersil. Ada hotel, ada ruko, ada restoran. Banyak sih," sebutnya.

        Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Jokowi Masuki Babak Baru, Roy Suryo Cs Segera Dijebloskan ke Penjara?

        Ia memprediksi Colomadu akan berkembang menjadi kawasan elite yang pesat, layaknya kota besar seperti Surabaya.

        "Satu karena aset jalan tol sama bandara. Kedua, di sana juga lokasi berkembang. Ada perhotelan. Di samping wisatanya," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: