Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Di Tengah Isu Mundur, Menkeu Purbaya Ungkap Kinerja APBN Masih Positif

        Di Tengah Isu Mundur, Menkeu Purbaya Ungkap Kinerja APBN Masih Positif Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 menunjukkan kondisi fiskal yang masih terjaga di tengah beredarnya rumor pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah mencatat keseimbangan primer tetap surplus, sementara pendapatan negara dan belanja negara sama-sama mengalami pertumbuhan signifikan.

        Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Purbaya memastikan dirinya tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan fiskal pemerintah.

        “Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi, komitmennya kuat, maju terus. Mundur juga maju kita,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

        Pernyataan tersebut sekaligus menjawab rumor yang menyebut dirinya akan meninggalkan kursi Menteri Keuangan. Menurut Purbaya, hingga saat ini tidak ada perubahan terkait tugas dan tanggung jawab yang diembannya sebagai bendahara negara.

        Ia juga mempertanyakan munculnya isu pengunduran diri yang sempat beredar luas. Purbaya menduga rumor tersebut sengaja dimainkan untuk memengaruhi sentimen pasar.

        Meski demikian, ia menegaskan fokus pemerintah saat ini tetap pada menjaga stabilitas ekonomi dan mengawal pelaksanaan APBN. Karena itu, berbagai indikator fiskal menjadi ukuran yang lebih relevan dibanding spekulasi yang beredar.

        Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit APBN hingga akhir Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut masih berada dalam jalur yang telah direncanakan pemerintah.

        Sementara itu, pendapatan negara berhasil mencapai Rp1.185 triliun atau setara 37,6 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Di sisi lain, belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN tahun ini yang sebesar Rp3.842,7 triliun. Realisasi belanja juga mengalami pertumbuhan cukup tinggi, yakni 34,4 persen secara tahunan.

        Meski APBN masih mencatat defisit, pemerintah menilai kondisi fiskal tetap sehat. Salah satu indikatornya terlihat dari keseimbangan primer yang masih berada di zona positif.

        Hingga Mei 2026, keseimbangan primer tercatat surplus Rp58,6 triliun. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan fiskal pemerintah masih memadai untuk mengelola pendapatan, belanja, dan kewajiban utang negara.

        Baca Juga: Purbaya Turun Tangan, Bakal ke China dan Inggris Tawarkan Surat Utang Indonesia

        Rumor pengunduran diri Purbaya sendiri mencuat setelah dirinya menghadiri Rapat Paripurna DPR RI terkait revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) pada Kamis (4/6/2026). Dalam agenda yang sama, ia juga mengikuti pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

        Namun, Purbaya menegaskan dirinya tetap menjalankan seluruh agenda pemerintahan seperti biasa. Ia memastikan tugas pengelolaan keuangan negara tetap berjalan di tengah berbagai spekulasi yang berkembang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: