Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil dan Purbaya Kompak Bungkam soal Reshuffle Kabinet Prabowo

Bahlil dan Purbaya Kompak Bungkam soal Reshuffle Kabinet Prabowo Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memilih tidak ikut campur dalam isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang disebut-sebut akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya menegaskan keputusan mengenai perombakan kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden.

Sikap tersebut disampaikan setelah Bahlil menemui Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Bahlil memastikan tidak ada pembahasan mengenai reshuffle dalam pertemuan tersebut.

"Tugas kami sebagai menteri itu adalah pembantu presiden. Yang namanya pembantu presiden ya bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Pak Presiden dan sesuai dengan apa yang diatur dalam undang-undang," ujar Bahlil kepada wartawan.

Bahlil mengatakan para menteri tidak seharusnya mengambil langkah di luar kewenangan yang diberikan Presiden. Menurutnya, keputusan mengenai susunan kabinet merupakan hak prerogatif Kepala Negara.

"Kita di bawah ini enggak boleh gerakan tambahan. Jangan berpikir, apalagi bertindak melampaui batas kewenangan yang diberikan," ujarnya.

Purbaya juga memilih tidak berkomentar mengenai isu perombakan kabinet. Dia mengatakan pertemuan dengan Bahlil lebih banyak membahas kondisi APBN dan sejumlah kebijakan energi.

Salah satu pembahasan berkaitan dengan rencana pembatasan subsidi Pertalite bagi masyarakat kelas atas. Purbaya menyebut kebijakan tersebut akan menyasar kelompok desil 9 dan desil 10 yang masuk kategori kaya dan sangat kaya.

Pembahasan lain menyangkut kontribusi PNBP dari Kementerian ESDM. Purbaya menilai kementerian yang dipimpin Bahlil memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan negara.

Realisasi PNBP Kementerian ESDM mencapai Rp138,40 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut melampaui target pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp127,48 triliun.

"Kami fokus memastikan bahwa APBN tahun ini aman karena beliau (Bahlil) memberi kontribusi yang besar untuk PNBP," ujar Purbaya.

Baca Juga: Ditanya Reshuffle Kabinet Usai 17 Agustus, Nusron: Tidak Elok Menteri Bicara

Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM juga membahas potensi dampak perubahan harga minyak dunia terhadap keuangan negara. Koordinasi kedua kementerian dilakukan untuk menjaga kondisi APBN tetap aman hingga akhir tahun.

Di tengah isu reshuffle yang mencuat, Bahlil dan Purbaya memilih menunjukkan sikap serupa. Keduanya menegaskan tugas menteri adalah bekerja sesuai arahan Presiden dan tidak mencampuri kewenangan Kepala Negara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy