Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Ke Mal Susah Pulang,' Purbaya Tunjukkan Bukti Daya Beli Masyarakat Indonesia Masih Kuat

        'Ke Mal Susah Pulang,' Purbaya Tunjukkan Bukti Daya Beli Masyarakat Indonesia Masih Kuat Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan daya beli masyarakat Indonesia masih berada dalam kondisi kuat di tengah berbagai isu yang menyebut konsumsi rumah tangga mulai melemah.

        Purbaya merujuk pada data Mandiri Spending Index (MSI) yang menunjukkan aktivitas belanja masyarakat masih mengalami peningkatan pada Mei 2026.

        Baca Juga: 'Aku Doakan Kualat,' Prabowo Turunkan 'Mata dan Telinga' Demi Awasi Setiap Dapur MBG

        Menurutnya, indeks tersebut mencapai level 123,2 pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan posisi April 2026. Kenaikan itu menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat masih aktif melakukan konsumsi.

        "Jadi spending masyarakat masih kuat," ujar Purbaya, dikutip Sabtu (6/6).

        Ia menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga merupakan salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, perkembangan indeks belanja masyarakat menjadi indikator penting dalam melihat kesehatan ekonomi nasional.

        Selain data indeks belanja, Purbaya juga menilai kondisi lapangan memperlihatkan pola yang sama. Ia mengaku mendapati pusat-pusat perbelanjaan masih ramai dikunjungi masyarakat.

        Menurutnya, aktivitas ekonomi yang tinggi juga tercermin dari kepadatan lalu lintas di berbagai wilayah perkotaan. Purbaya bahkan menyebut kemacetan menuju pusat perbelanjaan masih menjadi fenomena yang sering dijumpai, terutama pada akhir pekan dan jam-jam tertentu.

        "Ke mal keluarnya macet enggak bisa pulang sampai jam 3 pagi," katanya.

        Di sisi lain, pemerintah memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap menjadi prioritas utama. Koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus diperkuat.

        Pernyataan Purbaya juga muncul di tengah isu yang menyebut dirinya akan dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. Namun pemerintah telah membantah kabar tersebut.

        Baca Juga: 'Saya Tak Ingin Jadi Jimmy Carter,' Donald Trump Akui Takut Kirimkan Pasukan Elite Amerika ke Iran

        Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan hingga saat ini tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan dan pemerintah justru membutuhkan koordinasi yang semakin intens untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: