Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya Sebut Permintaan Mobil Mulai Pulih Berkat Tambahan Likuiditas Perbankan

Purbaya Sebut Permintaan Mobil Mulai Pulih Berkat Tambahan Likuiditas Perbankan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimis permintaan kendaraan bermotor mulai menunjukkan pemulihan setelah pemerintah memperbesar penempatan dana di perbankan hingga sekitar Rp400 triliun.

Menurut Purbaya, penjualan mobil dan sepeda motor menjadi salah satu indikator yang terus dipantau pemerintah untuk mengukur kondisi daya beli masyarakat. Setelah sempat melemah pada April hingga Mei 2026, tren penjualan dinilai mulai berangsur membaik memasuki Juni dan diharapkan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Ia menilai perbaikan tersebut tidak terlepas dari langkah pemerintah menjaga likuiditas sistem keuangan melalui penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan itu ditujukan agar perbankan memiliki ruang yang lebih besar untuk menyalurkan kredit sehingga aktivitas ekonomi kembali bergeliat.

Purbaya menjelaskan penempatan dana dilakukan secara bertahap. Pemerintah mula-mula menempatkan SAL sebesar Rp170 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp200 triliun. Setelah itu, jumlahnya kembali ditambah masing-masing Rp100 triliun hingga total dana yang ditempatkan mencapai sekitar Rp400 triliun.

Menurut dia, tambahan likuiditas tersebut mulai memberikan dampak terhadap permintaan di sejumlah sektor, termasuk industri otomotif yang beberapa bulan terakhir mengalami perlambatan.

"Dua minggu lalu saya injeksi yang Rp400 triliun. Harusnya sekarang sih demand untuk mobil dan motor," ujar Purbaya saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Selain mendorong permintaan kendaraan, kebijakan tersebut juga diharapkan menjaga kelancaran penyaluran kredit perbankan sehingga konsumsi masyarakat dan aktivitas dunia usaha tetap terjaga.

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus memantau kondisi likuiditas nasional. Apabila kebutuhan pembiayaan di perekonomian masih tinggi, pemerintah tidak menutup kemungkinan kembali menambah penempatan SAL di perbankan.

"Kalau masih kurang, besok, hari ini saya tambah sampai jumlahnya cukup di perekonomian," kata Purbaya.

Baca Juga: Purbaya: Anggaran MBG Tembus Rp 101,1 Triliun, Sudah Jangkau 63,13 Juta Penerima

Baca Juga: Purbaya Bocorkan Insentif Kendaraan Listrik Segera Meluncur, Diumumkan 1-2 Pekan Lagi

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti mulai membaiknya sejumlah indikator ekonomi. Salah satunya adalah Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang kembali berada di zona ekspansi setelah beberapa bulan berada di level kontraksi.

Data S&P Global menunjukkan PMI manufaktur Indonesia naik menjadi 50,3 pada Juli 2026 dari 46,9 pada Juni. Angka di atas 50 menandakan aktivitas manufaktur kembali tumbuh dan dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan permintaan domestik pada paruh kedua tahun ini.

Pemerintah berharap kombinasi antara likuiditas yang memadai, membaiknya aktivitas manufaktur, serta meningkatnya penyaluran kredit dapat menopang pemulihan konsumsi masyarakat, termasuk mendongkrak penjualan mobil dan sepeda motor yang sempat melemah pada awal kuartal kedua tahun ini.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dwi Aditya Putra