Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Empat Strategi Bank Jakarta Mendukung DKI Jakarta sebagai Kota Inklusif

        Empat Strategi Bank Jakarta Mendukung DKI Jakarta sebagai Kota Inklusif Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Jakarta menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan melalui perannya sebagai Financial Operating System. Dalam visi tersebut, Bank Jakarta berupaya menghubungkan berbagai kebutuhan dan peluang masyarakat dalam satu ekosistem keuangan yang terintegrasi.

        Menurut Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, tantangan Jakarta saat ini terletak pada penguatan keterhubungan antara berbagai elemen kota, mulai dari warga dan layanan publik, UMKM dan pasar, hingga investor dan pemerintah. Untuk itu, Bank Jakarta mengambil peran sebagai penghubung sektor keuangan yang mendukung terciptanya konektivitas yang lebih kuat di Jakarta.

        Kontribusi Bank Jakarta diwujudkan melalui empat strategi utama. Pertama, memperluas inklusi keuangan agar seluruh warga Jakarta dapat mengakses layanan keuangan formal secara mudah, aman, dan berbasis digital. Upaya ini ditujukan untuk menjangkau masyarakat yang belum terhubung dengan sistem keuangan formal.

        Kedua, memperkuat pengembangan UMKM melalui dukungan yang tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga akses pasar, digitalisasi usaha, dan penguatan rantai pasok. Dengan demikian, UMKM diharapkan dapat berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih besar.

        Ketiga, memperluas akses pembiayaan perumahan melalui program housing inclusion. Bank Jakarta menilai akses terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau merupakan bagian penting dari strategi pembangunan kota, terutama untuk membantu generasi muda yang menghadapi tantangan kepemilikan rumah di Jakarta.

        Keempat, memperkuat iklim investasi melalui upaya membangun kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jakarta. Langkah ini dinilai penting guna mendukung pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya bergantung pada APBD.

        Baca Juga: Lewat Layanan Ini, Ongkir Jakarta-Makassar Cuma Rp23 Ribu

        Selain itu, Bank Jakarta juga menempatkan prinsip no one left behind sebagai bagian dari transformasi digital dan pembangunan perkotaan. Melalui pendekatan yang inklusif, Bank Jakarta mendorong agar manfaat kemajuan teknologi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, dan keluarga muda.

        Melalui peran tersebut, Bank Jakarta berupaya menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi kota untuk mendukung Jakarta yang tangguh, cerdas, kompetitif secara global, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: