Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Fatoni Dorong Kepala Daerah Terapkan Prinsip ATM untuk Percepat Inovasi

        Fatoni Dorong Kepala Daerah Terapkan Prinsip ATM untuk Percepat Inovasi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan akibat imbas dinamika global dan nasional, bahkan akibat kondisi spesifik masing-masing daerah. Untuk menghadapi situasi sepert ini diperlukan keberanian pemerintah daerah untuk  melakukan inovasi dan terobosan dalam pengelolaan keuangan daerah menujuju kemandirian fiskal daerah.

        "Kemandirian fiskal bukan hanya soal angka, tetapi keberanian daerah untuk berinovasi. Daerah harus berani mencari solusi, menciptakan peluang, dan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki untuk memperkuat kapasitas fiskalnya," kata Agus Fatoni, Dirjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri RI, dalam kegiatan Regional Financial Discussion dengan tema “Pengelolaan Keuangan Daerah dan Creative Financing” di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (04/6).

        Fatoni mengungkan bahwa kenyataan yang terjadi saat ini sebagian besar pemerintah daerah masih mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat. Semakin tinggi ketergantungan terhadap dana transfer ini akan membuat ruang fiskal daerah menjadi semakin terbatas. Dan sebalinya bila kondisi fiskal daerah kuat, maka akan memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah untuk berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

        Fatoni menegaskan, daerah perlu terus meningkatkan kemampuan fiskalnya melalui optimalisasi pendapatan daerah serta efisiensi dan efektivitas belanja. Pengelolaan keuangan daerah harus diarahkan untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, pembangunan tetap berlanjut, pelayanan publik semakin baik, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

        Fatoni juga mengingatkan, keberhasilan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan daerah. Kepala daerah yang memiliki visi kuat, inovatif, adaptif dan kreatif akan mampu menghadirkan solusi meskipun berada dalam keterbatasan.

        "Selain potensi daerah, leadership juga sangat penting. Kepala daerah yang inovatif, adaptif dan kreatif akan mampu menemukan solusi meskipun dalam kondisi yang sulit," katanya.

        Ia meminta pemerintah daerah untuk tidak ragu meniru atau belajar dari praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan daerah lain. Menurutnya, banyak inovasi dari daerah yang dapat direplikasi dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

        "Daerah yang sukses harus menjadi contoh bagi daerah lain. Kita bisa menerapkan prinsip ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi. Dengan demikian, inovasi dapat berkembang lebih cepat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," jelasnya.

        "Kalau daerah lain bisa, kita harus bisa. Bahkan kalau perlu, daerah lain tidak bisa, kita yang bisa. Semangat inilah yang harus menjadi energi baru dalam membangun kemandirian fiskal daerah," tegasnya.

        Apalagi, regulasi saat ini telah memberikan ruang yang cukup luas bagi pemerintah daerah untuk berinovasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Oleh karena itu, kata Fatoni, yang dibutuhkan bukan hanya pemahaman terhadap aturan, tetapi juga keberanian untuk mengambil langkah-langkah strategis yang bertanggung jawab.

        "Regulasi untuk berinovasi sudah tersedia. Yang diperlukan sekarang adalah keberanian untuk memanfaatkannya. Banyak daerah masih ragu karena tidak paham, dan tidak paham karena tidak belajar," tegasnya.

        Pada akhir paparannya, Fatoni mengingatkan pentingnya pola pikir yang adaptif dalam menghadapi perubahan. Ia mengutip pesan Presiden bahwa hasil yang berbeda hanya dapat dicapai melalui cara yang berbeda.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Sufri Yuliardi
        Editor: Sufri Yuliardi

        Bagikan Artikel: