Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Alokasi Tiket Piala Dunia untuk Suporter Iran Dicabut oleh AS!

        Alokasi Tiket Piala Dunia untuk Suporter Iran Dicabut oleh AS! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mencabut alokasi tiket untuk suporter tim nasional mereka di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026.

        Iran menuduh AS yang juga merupakan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 sengaja menghalangi kehadiran pendukung Iran di tengah ketegangan diplomatik yang kian memanas antara kedua belah pihak.

        Padahal, skuad dan staf pelatih timnas Iran dilaporkan telah mengantongi visa AS dan sudah mendarat di Meksiko pada Minggu (7/6) lalu untuk bersiap menghadapi turnamen. Namun, ketidakpastian kini justru membayangi para pendukung mereka.

        "Kurang dari tiga hari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026, AS kembali bertindak menghalangi kehadiran suporter Iran di stadion-stadion yang menggelar tiga pertandingan fase grup tim nasional kami," bunyi pernyataan resmi FFIRI pada Selasa (9/6).

        Menurut FFIRI, sesuai regulasi FIFA, setiap federasi yang berpartisipasi berhak mendapatkan kuota 8 persen tiket dari kapasitas stadion untuk didistribusikan kepada suporter mereka melalui jalur resmi.

        FFIRI mengaku telah memulai penjualan tiket untuk laga melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir—yang semuanya dijadwalkan berlangsung di wilayah AS dan sebagian fans bahkan telah merampungkan akomodasi perjalanan mereka.

        "Namun, dalam keputusan yang tak terduga, alokasi yang telah diberikan kepada Federasi Sepak Bola Iran ditarik kembali. Dalam situasi saat ini, federasi bahkan tidak mampu menyediakan satu tiket pun untuk para pendukung tim nasional,” tambah pernyataan tersebut.

        Pihak Iran mengecam keras langkah ini dan menyebutnya bertentangan dengan semangat kompetisi internasional serta prinsip kesetaraan antarnegara peserta.

        Mereka mendesak FIFA dan pihak penyelenggara untuk menegakkan prinsip netralitas, keadilan, dan regulasi yang berlaku demi menjamin hak-hak suporter Iran.

        Hingga berita ini diturunkan, baik FIFA maupun panitia penyelenggara dari pihak Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut.

        Masalah tiket ini menjadi babak baru dari rentetan polemik yang dihadapi Iran menjelang Piala Dunia. Sebelumnya, ketegangan diplomatik pasca-insiden 28 Februari lalu juga membuat AS menolak menerbitkan visa bagi 15 staf administrasi dan manajemen delegasi Iran.

        Akibat situasi yang kian tidak kondusif, Iran bahkan terpaksa memindahkan markas latihan mereka dari Tucson di Arizona, AS, ke kota Tijuana di perbatasan Meksiko.

        Berdasarkan jadwal, Iran akan membuka laga perdana mereka melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, diikuti laga kontra Belgia di kota yang sama pada 21 Juni, dan babak penutup grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: