Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Komentator Final Piala Dunia 2026 Viral, Bongkar 'Sisi Gelap' Turnamen Saat Spanyol Angkat Trofi

Komentator Final Piala Dunia 2026 Viral, Bongkar 'Sisi Gelap' Turnamen Saat Spanyol Angkat Trofi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Momen Spanyol mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 ternyata dibarengi kritik pedas dari komentator asal Swiss, David Lemos. Ucapannya yang disampaikan secara langsung di akhir siaran final kini viral dan memicu perdebatan luas di media sosial.

Komentator Radio Television Suisse (RTS) itu menyampaikan monolog panjang saat prosesi pengangkatan trofi oleh para pemain Spanyol usai mengalahkan Argentina 1-0 di Stadion New York/New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Alih-alih hanya merayakan keberhasilan La Furia Roja, Lemos justru menyoroti berbagai persoalan yang menurutnya membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Ia menyebut turnamen kali ini sebagai salah satu edisi yang paling sarat kepentingan komersial sekaligus politik sepanjang sejarah.

"Ini, tanpa diragukan lagi, adalah Piala Dunia paling komersial dalam sejarah dan juga salah satu yang paling sarat dengan unsur politik," ujar Lemos dalam siaran langsung RTS.

Menurutnya, di balik kemeriahan stadion yang penuh penonton, masih ada banyak orang yang tidak mampu menikmati langsung pesta sepak bola terbesar dunia akibat mahalnya harga tiket.

Lemos juga mengkritik sejumlah kontroversi yang muncul sepanjang turnamen. Ia menyinggung kasus wasit asal Somalia, Omar Artan, yang gagal bertugas karena tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat akibat kebijakan pembatasan imigrasi.

Selain itu, ia menyoroti perlakuan terhadap Timnas Iran yang menurutnya tidak memperoleh kesempatan bertanding dalam situasi yang adil.

Tak hanya itu, Lemos kembali mengungkit polemik pencabutan hukuman Folarin Balogun. Ia menyindir adanya campur tangan politik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengaku menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino agar sanksi terhadap penyerang Amerika Serikat tersebut dibatalkan.

"Kami juga memikirkan kasus Balogun. Kami melihat seorang presiden membanggakan diri karena telah menelepon presiden FIFA untuk membatalkan skorsing seorang pemain."

Baca Juga: Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Tembus Rp814 Miliar, Masih Di Bawah Anggaran Harian Program MBG

Menurut Lemos, tindakan tersebut menjadi contoh bagaimana politik ikut masuk ke dalam sepak bola, padahal FIFA selama ini mengklaim ingin menjaga olahraga tetap berada di atas kepentingan lain.

Pernyataannya pun langsung menyebar luas di media sosial. Banyak pengguna internet memuji keberanian Lemos karena berani menyampaikan kritik saat siaran langsung final Piala Dunia.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai komentarnya berlebihan. Sebagian warganet bahkan membalas dengan menyindir Swiss yang juga dinilai memiliki berbagai persoalan domestik sehingga dianggap tidak pantas menghakimi penyelenggara turnamen.

Meski menuai pro dan kontra, monolog David Lemos menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan setelah final Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena Spanyol berhasil menjadi juara dunia, tetapi juga karena kritik terbuka terhadap FIFA dan penyelenggaraan turnamen disampaikan tepat di panggung penutupan kompetisi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama