Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Ardianto Satriawan sangat terkejut dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) yang melonjak lebih dari 30% per Rabu, 10 Juni 2026.
Pertamax RON 92 naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, atau meningkat Rp3.950 per liter (32,11%). Sementara Pertamax Green RON 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter, atau 31,78%.
"NAIKNYA 30% LEBIH NJIRRR. Pertamax (RON 92) (16.250 − 12.300) / 12.300 × 100 = +32,11%. Pertamax Green (RON 95) (17.000 − 12.900) / 12.900 × 100 = +31,78%," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (1/6).
Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setelah koordinasi dengan pemerintah dan evaluasi berkala.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” ujar Roberth, dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Pertamax Naik 32%, Netizen di X Panik Skenario Terburuk
Pertamina memastikan stok Pertamax dan Pertamax Green tersedia di seluruh SPBU Indonesia.
"Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," kata Roberth.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: