- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Terkoreksi Hampir 1% di Awal Perdagangan, Dipicu Kenaikan BI-Rate dan Aturan Buyback
Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (10/6/2026) di zona merah. Berdasarkan data RTI pada pukul 09.01 WIB, IHSG berada di level 5.689,76 atau turun 56,89 poin setara 0,99% dibandingkan penutupan sebelumnya.
IHSG dibuka di level 5.744,06 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 5.755,76 sebelum berbalik melemah hingga menyentuh level terendah 5.687,37 pada awal sesi perdagangan.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi tercatat mencapai 1,33 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,11 triliun dari 108.833 kali transaksi. Sebanyak 232 saham menguat, 247 saham melemah, dan 188 saham bergerak stagnan.
Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG mulai berada dalam kondisi downtrend yang sangat terbatas setelah sebelumnya berhasil membentuk pola bullish engulfing line candlestick pattern dari wave (v)/5/A. Mengingat penutupan IHSG berhasil mengalami pelonjakkan +7,57% pada perdagangan kemarin.
"Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume," kata dia dalam analisanya.
Bank Indonesia mengambil langkah mengejutkan di luar jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) dengan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%. Kebijakan ini diapresiasi sangat positif oleh pelaku pasar karena dinilai efektif menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta menahan capital outflow.
Saat ini rupiah terpantau menguat 0,71% di level Rp18.058 per dolar AS. Di sisi lain, terdapat dorongan kuat dari DPR, Danantara, serta dukungan OJK yang mengizinkan emiten melakukan buyback saham tanpa perlu persetujuan RUPS terlebih dahulu.
Baca Juga: Isu Reshuffle Menkeu Purbaya Ditepis, Rupiah dan IHSG Ikut Positif Hari Ini
Baca Juga: Investor Pesta! IHSG Terbang 7,57% dalam Sehari, Usai BI Rate Naik dan Sinyal Buyback Himbara
"Hal ini memberikan dorongan psikologis yang besar bagi investor untuk kembali mengoleksi berbagai saham blue-chip dan perbankan Himbara dengan fundamental yang solid," kata dia.
Menurut Nafan, saat ini para pelaku pasar akan menantikan terkait perilisan data indeks keyakinan konsumen Indonesia per Mei yang diproyeksikan naik tipis menjadi 124 dari sebelumnya sebesar 123, sehingga tetap berada jauh di atas ambang 100 yang merupakan zona optimistis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: