Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Perum Bulog memastikan ketersediaan stok pangan di Sumatera Utara aman dan mencukupi hingga akhir Juni 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan penambahan cadangan pangan mulai Juli hingga akhir tahun guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan saat ini Bulog Sumut menguasai stok beras sekitar 56.176 ton. Selain itu, tersedia stok jagung sekitar 4.320 ton, Minyakita sebanyak 880.000 liter, dan gula sebanyak 430 ton.
Menurut Budi, stok beras dan minyak goreng telah didistribusikan ke seluruh wilayah Sumatera Utara sesuai penugasan pemerintah kepada Bulog.
"Jadi tidak seperti jagung yang hanya dipusatkan di wilayah Cabang Medan. Kalau minyak sudah ada di seluruh wilayah Sumatera Utara, sama seperti beras," kata Budi, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, ketersediaan pangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Di sisi lain, program bantuan pangan pemerintah untuk mendukung stabilisasi harga dan penyediaan pangan murah bagi masyarakat masih terus berjalan. Hingga saat ini, Bulog Sumut telah menyalurkan sekitar 14.350 ton beras untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Realisasi penyaluran bantuan pangan tercatat mencapai 717.528 kilogram beras dari target 1.736.846 kilogram atau sekitar 40,84%.
Baca Juga: Capai 74 Persen dari Target, Serapan Gabah Bulog Tembus Hampir 3 Juta Ton
Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 14.350 ton beras dan 2.870.112 liter Minyakita.
"Setiap masyarakat tidak kami berikan beras terlebih dahulu atau minyak terlebih dahulu. Pada saat yang bersamaan kami berikan gratis dua sak beras dengan total 20 kilogram dan juga 4 liter minyak. Jadi total realisasinya kurang lebih 40,84 persen," ujarnya.
Budi menambahkan, pemerintah telah memperpanjang program bantuan pangan hingga akhir Juni 2026. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: