Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun untuk Perkuat Industri dan Hilirisasi

        Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun untuk Perkuat Industri dan Hilirisasi Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun pada tahun 2027 untuk memperkuat berbagai program prioritas yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing industri nasional.

        Usulan tersebut disampaikan di tengah penurunan pagu indikatif Kemenperin tahun 2027 yang ditetapkan sebesar Rp2,01 triliun atau turun sekitar 19,51 persen dibandingkan pagu awal tahun 2026.

        Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan tambahan anggaran tersebut dibutuhkan untuk memastikan berbagai target pembangunan sektor industri tetap dapat tercapai.

        “Tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun ini kami arahkan sepenuhnya untuk memperkuat program-program yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing industri nasional. Fokusnya antara lain pada penguatan industri kecil, pengembangan SDM industri, hilirisasi, restrukturisasi mesin dan peralatan industri, serta penguatan ekosistem industri nasional,” kata Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (10/6/2026).

        Menurut Agus, ruang fiskal untuk menjalankan program pembangunan industri semakin terbatas seiring meningkatnya kebutuhan belanja operasional dasar, termasuk belanja pegawai dan operasional layanan pemerintahan.

        Baca Juga: Ekspor Manufaktur Ditargetkan Naik 50 Persen, Ini Strategi Kemenperin

        Meski demikian, ia menegaskan Kemenperin akan terus menyesuaikan kebijakan dan alokasi anggaran agar tetap selaras dengan prioritas pembangunan nasional yang ditetapkan pemerintah.

        “Politik anggaran adalah sesuatu yang dinamis. Namun, sebagai bagian dari pemerintah, kami wajib mendukung seluruh program prioritas Bapak Presiden. Dengan anggaran yang tersedia, kami harus melakukan penajaman program dan alokasi secara objektif agar target-target pembangunan industri tetap dapat dicapai secara optimal,” ujarnya.

        Agus juga menyambut dukungan Komisi VII DPR RI terhadap penguatan industri kecil yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Karena itu, sebagian besar tambahan anggaran yang diusulkan akan diarahkan untuk memperkuat sektor tersebut.

        Program yang disiapkan antara lain pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM), peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, hingga penumbuhan wirausaha industri baru.

        “Saya sangat setuju apabila tambahan anggaran difokuskan untuk pembangunan industri kecil. Ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden, yang menempatkan sektor ekonomi rakyat sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Industri kecil merupakan motor penting perekonomian yang harus terus diperkuat,” tegasnya.

        Baca Juga: Tantangan Besar Kemenperin: Target Industri Tumbuh 7,75%, Tapi Anggaran Justru Turun 19,5%

        Adapun sejumlah program prioritas yang masuk dalam usulan tambahan anggaran tersebut meliputi restrukturisasi mesin dan peralatan industri, fasilitasi pengembangan produk dan akses pasar bagi IKM, hilirisasi berbasis sumber daya alam, pengadaan alat uji pendukung penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), serta penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi industri.

        Kemenperin berharap dukungan anggaran yang lebih memadai dapat mempercepat transformasi industri nasional sekaligus meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: