Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wasit Somalia Sudah Jadi Korban, PBB Desak AS Ubah Kebijakan Imigrasi Jelang Piala Dunia 2026

        Wasit Somalia Sudah Jadi Korban, PBB Desak AS Ubah Kebijakan Imigrasi Jelang Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) angkat suara soal kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang dinilai mengancam kelancaran Piala Dunia 2026. Kepala HAM PBB Volker Turk mendesak AS untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut sebelum turnamen akbar dimulai.

        "Saya sangat berharap akan ada perubahan besar dalam cara penegakan hukum imigrasi memengaruhi hak asasi manusia dan martabat manusia," ujar Turk kepada awak media, dikutip dari AFP, Rabu (10/6/2026).

        Kekhawatiran PBB mencuat setelah sejumlah suporter, ofisial tim, dan salah satu wasit elite dunia dilaporkan dilarang masuk ke wilayah AS. Wasit asal Somalia Omar Artan, salah satu wasit terkemuka di Afrika, menjadi salah satu korban nyata dari kebijakan imigrasi ketat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

        Turk menegaskan penegakan hukum imigrasi yang kaku berpotensi merusak semangat kegembiraan Piala Dunia yang seharusnya menjadi pesta persatuan dunia. Ia juga menyoroti isu profil rasial yang dinilai makin mengkhawatirkan.

        "Secara khusus untuk momentum Piala Dunia ini, telah terjadi perubahan kebijakan yang sayangnya kita lihat mulai diberlakukan, terutama oleh pihak AS," tambahnya.

        Baca Juga: Persulit Tim hingga Ofisial, Ini Respons Amerika Soal Aturan Kontroversial di Piala Dunia 2026

        Piala Dunia 2026 mencetak sejarah sebagai turnamen pertama yang digelar bersama oleh tiga negara sekaligus yakni AS, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini melibatkan 48 tim nasional dan jutaan penonton dari berbagai belahan dunia.

        Turk juga menyerukan agar segala bentuk dehumanisasi terhadap para migran, pengungsi, dan pencari suaka di seluruh dunia segera diakhiri. Momentum Piala Dunia dinilai menjadi kesempatan tepat bagi AS untuk menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: