Kredit Foto: Istimewa
Ratusan warga dari RW 01 Kelurahan Pasteur mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan massal gratis dan seminar edukasi mengenai bahaya anemia, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilangsungkan di Helens Night Mart Karangsari, Kota Bandung, Jawa Barat.
Dalam aksi sosial ini, penyelenggara mendatangkan langsung tim tenaga medis dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta. Warga mendapatkan berbagai fasilitas skrining kesehatan dasar secara cuma-cuma, mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga sesi konsultasi medis.
Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menjelaskan bahwa program ini sengaja difokuskan pada penyakit anemia karena prevalensinya yang masih cukup tinggi di Indonesia, namun sering diabaikan oleh masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi mengenai anemia, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan sarana yang dapat digunakan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial," ujar Andrew.
Selain pemeriksaan fisik, warga juga dibekali pemahaman mengenai penanganan gejala kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Penyakit ini jamak memicu keluhan mudah lelah, lemas, pusing, hingga penurunan produktivitas akibat suplai oksigen yang tidak optimal ke seluruh tubuh.
Berdasarkan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, kasus anemia di tanah air memang masih menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan publik.
Tercatat, prevalensi anemia pada kelompok remaja usia 15–24 tahun di Indonesia menyentuh angka 15,5 persen, yang berarti satu dari okeh remaja mengidap kondisi ini. Sementara itu, angka sebaran pada kelompok ibu hamil jauh lebih tinggi, yakni mencapai 27,7 persen.
Selain memberikan layanan medis langsung di lokasi, penyelenggara memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerahkan sejumlah bantuan fasilitas kepada pengurus lingkungan setempat.
Beberapa paket bantuan operasional yang diserahkan meliputi alat cek kesehatan mandiri untuk posyandu, kursi roda, perlengkapan meja kursi, kemeja Karang Taruna, gerobak besi, ember kompos, hingga mesin pemotong rumput untuk menunjang aktivitas kebersihan warga Pasteur.
Salah satu perwakilan warga penerima manfaat, Lucia (28), mengapresiasi adanya inisiatif jemput bola pelayanan kesehatan ini. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pengetahuan seputar zat besi and bantuan sarana fisik sangat berguna untuk menghidupkan kembali kegiatan sosial di tingkat RW.
"Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan pengetahuan mengenai anemia, bantuan yang diberikan juga sangat bermanfaat bagi warga dan Karang Taruna untuk mendukung kegiatan sosial di lingkungan kami," kata Lucia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: