- Home
- /
- EkBis
- /
- Infrastruktur
Prasetyo Hadi Ungkap Rencana Dokter Gigi Keliling untuk 6.000 Puskesmas
Kredit Foto: BPMI
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan rencana pemerintah menghadirkan layanan dokter gigi keliling untuk membantu mengatasi keterbatasan tenaga medis di sejumlah Puskesmas. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjawab tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Prasetyo mengatakan, kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, selain sektor ekonomi dan pendidikan. Salah satu program yang telah berjalan adalah cek kesehatan gratis.
Dari pelaksanaan program tersebut, pemerintah mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat sekaligus kebutuhan tenaga dokter di berbagai daerah.
"Dari proses-proses itu kemudian kita mendapati kenyataan atau fakta bahwa berkenaan dengan kebutuhan kita tentang dokter, data mengatakan bahwa jumlahnya yang kita butuhkan, kekurangannya itu besar sekali," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Prasetyo, kekurangan tersebut mencakup dokter umum, dokter spesialis hingga dokter gigi. Bahkan, masalah kesehatan gigi menjadi salah satu persoalan yang banyak ditemukan dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis.
"Dan termasuk dokter gigi. Jadi hasil cek kesehatan gratis salah satu datanya yang tertinggi penyakit atau masalah kesehatan yang dihadapi rakyat kita adalah salah satunya dokter gigi," ujarnya.
Namun, pemerintah menghadapi tantangan untuk menambah jumlah dokter dalam waktu singkat. Prasetyo menjelaskan, profesi dokter, terutama dokter spesialis dan dokter gigi, membutuhkan proses pendidikan yang panjang.
"Karena jadi dokter itu tidak mudah ya, sampai bisa praktik itu rata-rata dibutuhkan 6 sampai 7 tahun," katanya.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Indonesia Masih Kekurangan 84 Ribu Dokter Umum dan 55 Ribu Spesialis
Karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah secara paralel, mulai dari menambah sumber daya calon dokter hingga memperkuat lembaga pendidikan yang mencetak tenaga medis.
Prasetyo mengatakan pemerintah juga mencari terobosan untuk mengatasi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat sembari meningkatkan jumlah dokter baru sesuai kebutuhan.
Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah menghadirkan layanan dokter gigi keliling. Dari sekitar 10.000 Puskesmas yang ada di Indonesia, dokter gigi baru tersedia di sekitar 40 persen Puskesmas.
"60 persen atau kurang lebih 6.000 Puskesmas kita itu tidak atau belum memiliki dokter gigi," ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Presiden Prabowo telah memerintahkan BUMN menyiapkan kendaraan layanan kesehatan gigi keliling atau mobile dentist. Layanan tersebut nantinya diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih langsung, termasuk melalui konsep home care.
"Presiden juga sudah memerintahkan dan sedang dikerjakan oleh BUMN kita untuk membuat semacam mobile dentist, jadi mobil untuk perawatan atau kesehatan dokter keliling, semacam home care," kata Prasetyo.
Menurut dia, layanan mobile dentist tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk mempercepat penanganan masalah kesehatan gigi masyarakat, sembari pemerintah terus meningkatkan ketersediaan dokter gigi di Puskesmas.
Prasetyo menambahkan, pengembangan kendaraan layanan tersebut masih dalam proses. Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai peralatan medis yang diperlukan karena kebutuhan peralatan kedokteran gigi berbeda dengan layanan kedokteran umum.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: