Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Elon Musk Manusia Pertama Berstatus Triliuner Dolar AS Pertama di Dunia

        Elon Musk Manusia Pertama Berstatus Triliuner Dolar AS Pertama di Dunia Kredit Foto: Rena Laila Wuri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perusahaan antariksa milik Elon Musk, Space Exploration Technologies Corp. (SpaceX), resmi melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di bursa saham Nasdaq.

        Langkah korporasi ini langsung memecahkan rekor dunia sebagai pengumpulan dana IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal.

        Berdasarkan laporan media Amerika Serikat (AS), SpaceX menetapkan harga saham perdana sebesar 135 dolar AS atau sekitar Rp2,42 juta per lembar (kurs Rp17.981 per dolar AS).

        Melalui penjualan sekitar 555,56 juta lembar saham, raksasa teknologi ini sukses meraup dana segar sebesar 75 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.348 triliun.

        Pencapaian ini otomatis mendongkrak nilai valuasi pasar SpaceX hingga menyentuh angka 1,77 triliun dolar AS atau setara Rp31.826 triliun. Dengan angka tersebut, SpaceX langsung masuk ke dalam jajaran 10 perusahaan paling bernilai di Amerika Serikat.

        Proses melantainya SpaceX di bursa Nasdaq dilaporkan melabrak sejumlah aturan konvensi yang biasanya dipegang teguh oleh Wall Street. Salah satu strategi yang diambil adalah menetapkan harga IPO secara pasti sejak awal penawaran.

        Selain itu, Elon Musk disebut mencadangkan proporsi saham dalam jumlah relatif tinggi bagi investor ritel atau masyarakat umum, alih-alih memprioritaskan institusi keuangan besar. Meski melempar banyak saham ke publik, Musk dipastikan tetap memegang kendali suara atas arah masa depan perusahaan.

        Sejak didirikan Elon Musk pada 2002, bisnis SpaceX tidak lagi hanya berfokus pada layanan peluncuran wahana luar angkasa komersial. Saat ini, perusahaan ditopang oleh tiga pilar bisnis utama, yakni Jasa peluncuran roket dan pesawat luar angkasa, Jaringan internet satelit global melalui proyek Starlink dan Pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

        Valuasi yang sangat tinggi tersebut memicu perdebatan di kalangan pengamat pasar modal global terkait keberlanjutan pertumbuhan bisnis perusahaan serta proyeksi keuntungan yang dapat dihasilkan di masa depan.

        Selain berdampak pada peta persaingan industri teknologi global, IPO ini juga disebut mengubah peta kekayaan dunia. Mengingat Elon Musk memegang porsi kepemilikan saham yang besar di SpaceX, lonjakan valuasi tersebut otomatis meningkatkan total kekayaan bersihnya.

        Sejumlah analis keuangan memprediksi keberhasilan penawaran umum perdana ini berpotensi mengukuhkan posisi Elon Musk sebagai manusia berstatus triliuner dolar AS pertama di dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: