Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kehilangan Rp2.936 Triliun Usai Saham SpaceX Ambruk 30%, Elon Musk Tak Lagi Jadi Triliuner

Kehilangan Rp2.936 Triliun Usai Saham SpaceX Ambruk 30%, Elon Musk Tak Lagi Jadi Triliuner Kredit Foto: Instagram/Elon Musk
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kekayaan pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali turun di bawah US$1 triliun hanya kurang dari dua pekan setelah mencetak sejarah sebagai orang pertama yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun. Pelemahan harga saham SpaceX dan Tesla di tengah aksi jual saham teknologi memangkas nilai kekayaan Musk hingga sekitar US$164 miliar atau setara Rp2.936 triliun (kurs Rp17.900 per dolar AS).

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index per Rabu, nilai kekayaan Musk kini tercatat US$946 miliar atau sekitar Rp16.933 triliun, turun dari sekitar US$1,11 triliun atau sekitar Rp19.869 triliun kurang dari 14 hari sebelumnya.

Koreksi tersebut dipicu merosotnya saham SpaceX dan Tesla ketika investor mulai mengurangi eksposur pada saham-saham teknologi. Pasar juga dinilai semakin berhati-hati terhadap prospek keuntungan jangka panjang dari investasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sebelumnya, lonjakan valuasi SpaceX membawa kekayaan Musk menembus US$1 triliun. Perusahaan antariksa itu melantai di bursa pada 12 Juni dengan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar US$135 per saham dan dibuka pada US$150 per saham. Pada harga IPO, valuasi SpaceX mencapai lebih dari US$1,77 triliun, atau sekitar Rp31.683 triliun.

Musk menguasai sekitar 42% saham SpaceX. Kepemilikan tersebut, ditambah aset di Tesla dan perusahaan lain, mendorong total kekayaannya melampaui US$1 triliun.

Euforia tersebut hanya berlangsung singkat. Pada 16 Juni, saham SpaceX sempat menyentuh US$225,64 per saham sehingga kekayaan Musk melonjak menjadi sekitar US$1,32 triliun atau sekitar Rp23.628 triliun.

Namun, saham SpaceX kemudian terkoreksi lebih dari 30% dari level tertingginya seiring aksi jual di sektor teknologi. Pada perdagangan 22 Juni saja, harga saham perusahaan itu turun 16%, yang memangkas sekitar US$240 miliar atau sekitar Rp4.296 triliun dari nilai kekayaan Musk.

Baca Juga: Elon Musk Targetkan Pendapatan SpaceX Tembus US$1 Triliun

Baca Juga: Saham SpaceX Melonjak 19%, Kekayaan Elon Musk Tembus US$1,1 Triliun

Tekanan berlanjut setelah saham Tesla turun hampir 6% pada hari berikutnya, sehingga memperbesar penurunan nilai aset pendiri perusahaan kendaraan listrik tersebut.

Meski kekayaannya kembali berada di bawah US$1 triliun, Musk masih menempati posisi sebagai orang terkaya di dunia. Bloomberg Billionaires Index mencatat Larry Page berada di posisi kedua dengan kekayaan US$296 miliar atau sekitar Rp5.298 triliun, diikuti Sergey Brin US$275 miliar atau sekitar Rp4.923 triliun, Jeff Bezos US$257 miliar atau sekitar Rp4.600 triliun, serta Michael Dell US$223 miliar atau sekitar Rp3.992 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: