BTN JAKIM 2026 Diproyeksi Hasilkan Perputaran Uang Rp225 Miliar, Naik Tajam dari Tahun Lalu
Kredit Foto: BTN
Penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp225 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar 45% dibandingkan estimasi dampak ekonomi tahun lalu yang mencapai Rp155 miliar.
Proyeksi tersebut disampaikan Indonesia Muda Road Runner selaku race organizer seiring meningkatnya jumlah peserta dan aktivitas ekonomi yang tercipta selama penyelenggaraan ajang lari internasional tersebut pada 13-14 Juni 2026.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, mengatakan penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar mampu menciptakan permintaan (creating demand) yang berdampak pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, pariwisata, transportasi hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Yang penting kita harus creating demand. Event seperti ini menjadi salah satu cara untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi banyak sektor," kata Nixon di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Berdasarkan data panitia, BTN JAKIM 2026 diikuti lebih dari 45.000 peserta. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 5.500 pelari kategori 5 kilometer (5K), 10.000 peserta kategori 10K, 21.300 peserta kategori half marathon (21K), dan 8.200 peserta kategori marathon (42K).
Tingginya partisipasi peserta turut mendorong peningkatan kunjungan ke Jakarta selama penyelenggaraan acara. Ajang tersebut juga diikuti 1.012 pelari internasional, menjadikannya salah satu event marathon dengan partisipasi pelari mancanegara terbesar di Indonesia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai penyelenggaraan BTN JAKIM menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi melalui pengembangan sport tourismdan industri olahraga nasional.
"Ini juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi karena sport tourism dan sport industry bisa berkembang. Dengan peserta mencapai 45.000 orang, dampak ekonominya tentu sangat luar biasa dan mudah-mudahan terus berlanjut," ujarnya.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan event olahraga berskala internasional memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah dan berpotensi meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai destinasi penyelenggaraan ajang olahraga global.
Baca Juga: BTN Nilai Kenaikan BI Rate Tepat untuk Cegah Tekanan Inflasi Impor
Baca Juga: Pacu Dana Murah dan Pendapatan, BTN Percepat Transformasi Ekosistem Perbankan
"Dampak ekonominya juga besar, dan kami berharap Jakarta International Marathon dapat berkembang menjadi salah satu major marathon di masa depan. Karena itu, kita harus terus mendukung penyelenggaraannya," kata Dony.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 berjalan lancar dengan partisipasi sekitar 45.000 pelari. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap ajang tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi olahraga dan wisata internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: