Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Peluru Nyasar hingga Bus Supporter Piala Dunia Dibakar, Fans Basket Amerika Ngamuk Rayakan Gelar NBA

        Peluru Nyasar hingga Bus Supporter Piala Dunia Dibakar, Fans Basket Amerika Ngamuk Rayakan Gelar NBA Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Euforia kemenangan perdana New York Knicks dalam 53 tahun terakhir berubah menjadi malam penuh kekacauan di jantung Kota New Yorkm Amerika Serikat (AS). Perayaan gelar juara NBA itu bahkan menyeret penyelenggaraan Piala Dunia 2026 setelah sebuah bus pengangkut suporter sepak bola dibakar dan seorang remaja terkena peluru nyasar di kawasan Times Square.

        Dikutip dari Reuters, Senin (15/6), Kerusuhan terjadi pada Sabtu (13/6/2026) malam waktu setempat hingga dini hari, ketika ribuan penggemar Knicks membanjiri Midtown Manhattan untuk merayakan kemenangan tim kesayangan mereka atas San Antonio Spurs pada Final NBA.

        Baca Juga: Nyatakan Tidak Terima, Israel Meradang Lihat Kesepakatan Damai Amerika dan Iran

        Menurut keterangan kepolisian New York, seorang remaja berusia 17 tahun mengalami luka tembak di bagian kaki sekitar pukul 02.00 dini hari di kawasan Times Square. Tiga orang yang diduga terkait insiden tersebut telah diamankan polisi.

        Di saat yang sama, situasi semakin tak terkendali ketika ratusan orang mengepung konvoi sekitar 15 bus shuttle yang baru saja mengantar suporter dari pertandingan Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Maroko di wilayah New York. Laga tersebut berakhir imbang.

        Bus-bus itu awalnya disediakan pemerintah kota untuk membantu mobilisasi penonton sepak bola dari stadion menuju Manhattan. Namun, iring-iringan kendaraan justru menjadi sasaran amuk massa yang sedang larut dalam pesta kemenangan Knicks.

        Sejumlah orang memanjat atap bus, masuk ke dalam kendaraan, bahkan duduk di kursi pengemudi. Salah satu bus sekolah berwarna kuning yang digunakan untuk mengangkut suporter Piala Dunia dilaporkan dibakar. Sedikitnya tiga bus lain mengalami kerusakan parah akibat aksi perusakan massa.

        Pemandangan tak biasa juga terjadi ketika beberapa suporter Brasil ikut naik ke atap bus sambil mengibarkan bendera negaranya. Di tengah kerumunan, seorang pria dengan wajah berlumuran darah terlihat berjalan di sekitar lokasi, meski penyebab lukanya belum diketahui.

        Kericuhan dipicu oleh luapan kegembiraan penggemar Knicks yang akhirnya menyaksikan tim kesayangan mereka meraih gelar juara NBA pertama sejak 1973. Ini merupakan trofi ketiga sepanjang sejarah klub setelah dua penampilan di final sebelumnya pada 1994 dan 1999 berakhir dengan kekalahan.

        Suasana perayaan berubah bak pesta tahun baru dalam skala yang jauh lebih besar. Para penggemar menyalakan kembang api, melempar granat asap, menabuh drum, memanjat lampu lalu lintas dan perancah bangunan, serta meneriakkan slogan "Knicks in five!" sebagai simbol kemenangan tim mereka di gim kelima final.

        "Ya Tuhan, ini seperti malam tahun baru dikali dua puluh," kata agen properti asal New York, Carol Marino, yang menyaksikan perayaan tersebut.

        Polisi sempat menutup sejumlah ruas jalan dan bertahan selama hampir dua jam sebelum akhirnya menerjunkan petugas antihuru-hara untuk membubarkan massa. Sejumlah polisi berkuda juga dikerahkan untuk mengosongkan area di sekitar Madison Square Garden, markas New York Knicks.

        Seorang warga Kanada keturunan Maroko, Youssef Sabbr, yang baru turun dari salah satu bus Piala Dunia sebelum dikepung massa, mengaku terkejut melihat situasi tersebut.

        "Mereka mengekspresikan kebahagiaan, meski agak keras. Tapi memang seperti itu yang terjadi di berbagai belahan dunia ketika sebuah tim menjadi juara," ujarnya.

        Baca Juga: 'Dari Situ Saja Sudah Salah,' Roy Suryo 'Senyumin' Janji Jokowi Bawa Ijazah SD hingga S1 ke Sidang

        Insiden ini menjadi noda di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Alih-alih menikmati pesta sepak bola terbesar dunia, sebagian suporter justru terjebak dalam kericuhan yang dipicu oleh demam bola basket dan penantian panjang warga New York terhadap gelar NBA yang baru kembali mereka raih setelah lebih dari setengah abad.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: