Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berencana akan bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN,) Nanik S Deyang, untuk membahas mengenai efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya mengatakan, pertemuan akan berlangsung pekan ini. Namun, ia menegaskan bahwa belum ada kepastian mengenai agenda khusus yang akan dibahas.
“Oh, nanti minggu ini, kemarin udah datang, tapi nggak jadi karena dipanggil Presiden, saya gatau seperti apa,” kata Purbaya di DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Saat ditanya mengenai efisiensi anggaran MBG, Purbaya mengaku belum mengetahui secara rinci teknis yang akan dibicarakan.
“Belum tentu efisiensi, dia mau ketemu aja,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan adanya temuan investigasi internal terkait lonjakan jumlah titik pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai perlu ditata ulang.
Zulhas mengatakan titik dapur yang semula direncanakan sebanyak 21.000 titik kini meningkat menjadi 27.877 titik. Sehingga terjadi lojakan sebanyak 6.877 titik.
"Ini yang perlu penataan dan pembenahan lebih lanjut. Misalnya terjadi jual beli titik, ya, yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000, tapi sekarang sudah ada 27.877 titik, ya," ujar Zulhas dalam jumpa pers pasca rakor, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, tambahan ribuan titik tersebut berpotensi menimbulkan pembengkakan biaya yang signifikan. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kepala BGN, penambahan 6.877 titik dapat meningkatkan pengeluaran hingga sekitar Rp1 triliun per bulan.
"Nah, ada membengkak 6.877 titik, ya. Laporan Bu Nani tadi barusan, kalau 6.877 titik penambahan, kalau 6 juta hari, maka satu bulan itu pengeluaran membengkak menjadi satu triliun rupiah," ujar Zulhas.
Zulhas juga menyebut bahwa pembengkakan jumlah titik dapur tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran mencapai Rp12 triliun dalam setahun.
“Pemborosan. Berarti kalau satu tahun berapa itu, Bu? Rp12 Triliun. Maka perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan," tegas Zulhas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra