Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham SpaceX Melonjak 19%, Kekayaan Elon Musk Tembus US$1,1 Triliun

        Saham SpaceX Melonjak 19%, Kekayaan Elon Musk Tembus US$1,1 Triliun Kredit Foto: Instagram/Elon Musk
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Elon Musk resmi menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun setelah perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di bursa Amerika Serikat.

        SpaceX berhasil menghimpun dana sebesar US$75 miliar dalam IPO yang menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal. Antusiasme investor yang tinggi mendorong harga saham perusahaan melonjak lebih dari 19% pada hari pertama perdagangan di Nasdaq.

        Saham SpaceX dibuka pada harga US$150 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga IPO sebesar US$135 per saham. Saham sempat menyentuh level sekitar US$168 sebelum ditutup pada US$160,95 per saham. Kenaikan tersebut membuat kapitalisasi pasar SpaceX melampaui US$2 triliun dan menempatkannya sebagai perusahaan publik terbesar keenam di Amerika Serikat.

        Berdasarkan estimasi Forbes, lonjakan valuasi SpaceX membuat total kekayaan Musk mencapai sekitar US$1,1 triliun. Sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari kepemilikannya di SpaceX, ditambah saham yang dimilikinya di Tesla. Dengan capaian tersebut, Musk menjadi orang pertama yang menembus ambang kekayaan US$1 triliun.

        Tingginya minat investor tercermin dari permintaan IPO yang disebut mencapai empat kali lipat dari jumlah saham yang ditawarkan. Permintaan yang besar tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga saham pada hari pertama perdagangan.

        Musk mengatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek strategis perusahaan, termasuk pengembangan jaringan satelit Starlink, infrastruktur kecerdasan buatan (AI), pusat data di orbit, hingga ambisi jangka panjang untuk membangun koloni manusia di Mars.

        "SpaceX ingin membawa Anda ke Bulan, membawa Anda ke Mars, dan pada akhirnya lebih jauh lagi," kata Musk saat perayaan pencatatan saham perdana perusahaan.

        Baca Juga: IPO SpaceX Berpotensi Kalahkan Aramco dan Alibaba, Permintaan Tembus US$250 Miliar

        Baca Juga: Elon Musk Manusia Pertama Berstatus Triliuner Dolar AS Pertama di Dunia

        Meski valuasinya melonjak tajam, SpaceX masih menghadapi tantangan dari sisi profitabilitas. Pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan sekitar US$18,7 miliar dengan rugi bersih hampir US$5 miliar. Namun, investor tampaknya lebih fokus pada prospek pertumbuhan jangka panjang, terutama dari bisnis internet satelit Starlink dan ekspansi teknologi antariksa yang tengah dikembangkan perusahaan.

        Analis menilai lonjakan harga saham SpaceX pada hari pertama perdagangan mencerminkan tingginya optimisme pasar terhadap prospek bisnis perusahaan dan rekam jejak Musk dalam membangun sejumlah perusahaan teknologi bernilai tinggi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: