Kredit Foto: Akun X @indepenSumatera
Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya platform X.
Kehebohan ini dipicu oleh pengakuannya yang mendeteksi adanya upaya penguntitan menggunakan alat pelacak misterius jenis PBX Finder yang dipasang secara tersembunyi di bawah mobilnya.
Meski demikian, seorang warganet dengan akun X @Indepen***** mengaku kurang menaruh hormat terhadap Tiyo. Menurutnya, Tiyo berwatak oportunis seperti mantan aktivis Budiman Sudjatmiko yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
"Jujur, saya kurang respect sama Tiyo ini. Watak oportunisnya terasa sekali, mirip 11/12 dengan Budiman Sujatmiko. Maaf ya wak, kita beda pendapat soal ini," tuls netizen tersebut di akun X pribadinya, dikutip Selasa (16/6).
Ia menambahkan, aktivitas utama Tiyo selama di kampus lebih banyak sebagai sutradara teater komunitas, aktor panggung, dan penyair. “Bukan tipe yang punya rekam jejak organisasi atau kepemimpinan yang kuat sebelum naik jadi Ketua BEM," imbuhnya.
Latar Belakang Tiyo Ardianto
Sebelum aktif di politik kampus, Tiyo dikenal sebagai seniman muda asal Kudus, Jawa Tengah. Ia pernah menjadi sutradara pementasan teater rakyat “Anang-Ing Muria” bersama Omah Dongeng Marwah (2018), tercatat sebagai salah satu penyair termuda dalam Pertemuan Penyair Nusantara XI (2019), menginisiasi Kemah Sastra Kudus (2020), serta meraih juara 1 Lomba Baca Puisi tingkat nasional (2021).
Baca Juga: Lagi Membahas Keberanian Tiyo, Refly Harun ke Bu Connie: 'Yang BEM UGM Ya? Kalau ini UGM Beneran'
Langkah Tiyo menuju kursi Ketua BEM KM UGM 2025–2026 tidak terjadi secara instan. Di ranah ekstra-kampus, ia aktif sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Filsafat UGM di bawah Cabang Bulaksumur Sleman.
Ketajaman berpikir dan kepemimpinannya diakui secara akademis ketika ia dinobatkan sebagai salah satu Mahasiswa Berprestasi UGM 2024. Sebelum terpilih sebagai Ketua BEM, ia telah melalui kaderisasi berjenjang di internal BEM KM UGM, sehingga modal kepemimpinan politik kampusnya sudah terbentuk sebelum ia naik ke tampuk tertinggi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: