Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BMKG Catat 354 Gempa Susulan Usai Gempa M6,7, Palu Masih Terus Diguncang

        BMKG Catat 354 Gempa Susulan Usai Gempa M6,7, Palu Masih Terus Diguncang Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aktivitas gempa bumi di Sulawesi Tengah masih belum mereda setelah gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu pada 16 Juni 2026.

        Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 354 gempa susulan atau aftershock hingga Rabu dini hari, 17 Juni 2026.

        Di tengah rangkaian gempa susulan tersebut, wilayah sekitar Palu kembali diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 4,9 yang terjadi di darat pada kedalaman 11 kilometer.

        Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa terbaru itu merupakan bagian dari aktivitas susulan pascagempa utama yang terjadi sehari sebelumnya.

        Menurut BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 1,11 derajat Lintang Selatan dan 120,32 derajat Bujur Timur, atau sekitar 54 kilometer tenggara Kota Palu.

        “Hingga pukul 02.00 WIB hari ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 354 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M 5,2,” kata Wijayanto dalam keterangannya.

        BMKG menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di kawasan tersebut.

        Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki pola pergerakan turun atau normal fault.

        Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

        BMKG mencatat intensitas gempa mencapai skala V MMI di wilayah Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong.

        Sementara itu, getaran dengan skala IV hingga V MMI dirasakan di Palolo, Kabupaten Sigi, serta Torue di Kabupaten Parigi Moutong.

        Guncangan dengan intensitas III MMI tercatat dirasakan warga di Kota Sigi Biromaru dan Kota Poso.

        Adapun masyarakat di Kota Palu merasakan getaran pada skala II hingga III MMI, sedangkan Kota Donggala dan Pasangkayu mengalami guncangan pada skala II MMI.

        Meski aktivitas seismik masih berlangsung cukup tinggi, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

        Baca Juga: Breaking News! Gempa Tektonik M6,7 Guncang Palu Berpusat di Kedalaman 10 Kilometer

        Hingga saat ini juga belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa susulan yang terjadi.

        “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Wijayanto.

        BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

        “Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: