Polri Kirim 2,5 Ton Logistik dan 10 Anjing K9 untuk Bantu Pencarian Korban Gempa NTT
Kredit Foto: Istimewa
Polri memperkuat operasi kemanusiaan untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengirim sekitar 2,5 ton logistik serta 10 anjing pelacak atau K9 ke wilayah terdampak.
Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan pesawat Polisi Udara Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe menuju Labuan Bajo, Minggu (16/8). Sebanyak 21 personel Direktorat Polisi Satwa turut diterjunkan untuk mendukung proses pencarian korban di lapangan.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari upaya Polri memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
"Polri kembali melanjutkan upaya kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur," kata Trunoyudo.
Logistik yang dikirim tidak hanya berupa makanan, tetapi juga kebutuhan kelompok rentan yang terdampak gempa. Polri turut membawa peralatan pencarian dan penyelamatan atau SAR, obat-obatan, tenda lapangan, serta 10 unit Wi-Fi portable.
Kehadiran tim K9 menjadi salah satu bagian penting dalam operasi tersebut. Anjing-anjing pelacak akan membantu menemukan korban, terutama di lokasi yang membutuhkan pencarian lebih lanjut setelah gempa.
Tim K9 akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas pencarian. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Total 21 personel yang diberangkatkan terdiri dari pawang, dokter hewan, serta paramedis K9. Mereka akan memastikan anjing pelacak tetap dalam kondisi siap bekerja selama menjalankan operasi kemanusiaan.
Sebelum diberangkatkan, seluruh K9 menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi fisik, kesiapan kerja, kebutuhan pakan, perlengkapan, hingga kennel yang digunakan selama perjalanan dan pelaksanaan tugas.
Baca Juga: NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa, Ini Agenda Penanganan hingga 28 Agustus
Kesiapan tersebut menjadi penting karena anjing pelacak harus bekerja dalam kondisi medan bencana yang berat. Kemampuan fisik dan konsentrasi K9 perlu dijaga agar proses pencarian korban dapat berjalan optimal.
Pengiriman tim K9 sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya mengandalkan personel manusia dan bantuan logistik. Polri juga mengerahkan sumber daya khusus untuk memperkuat pencarian di lokasi yang membutuhkan kemampuan deteksi korban.
Pesawat CN-295/P-4501 yang membawa personel dan K9 dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pada pukul 12.15 WIB. Pesawat tersebut diperkirakan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 17.05 WITA.
Setelah tiba di NTT, pengerahan personel, K9, dan logistik akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan. Polri menyatakan dukungan tersebut dapat terus dikembangkan mengikuti perkembangan penanganan gempa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama