Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Benarkah Iran Akan Dapat Investasi Rp4.900 Triliun dari Amerika? Ini Syaratnya, Berat!

        Benarkah Iran Akan Dapat Investasi Rp4.900 Triliun dari Amerika? Ini Syaratnya, Berat! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harapan Iran untuk kembali menarik investasi asing dalam jumlah besar mulai terbuka setelah muncul kesepakatan kerangka kerja antara Amerika Serikat dan Teheran yang memuat rencana pembentukan dana investasi swasta senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.900 triliun.

        Dilansir dari TASS Agency, Dana jumbo tersebut disiapkan sebagai insentif ekonomi apabila kedua negara berhasil mencapai kesepakatan final dalam negosiasi yang tengah berlangsung.

        Berbeda dari bantuan pemerintah pada umumnya, dana itu tidak berasal dari anggaran negara maupun hibah resmi.

        Pendanaan akan digerakkan sepenuhnya oleh sektor swasta yang berasal dari Amerika Serikat, negara-negara Teluk, Asia, Amerika Selatan, hingga Afrika.

        Skema tersebut membuka peluang baru bagi Iran yang selama puluhan tahun kesulitan memperoleh investasi asing akibat sanksi internasional yang membatasi aktivitas ekonominya.

        Reuters melaporkan lebih dari separuh nilai dana tersebut bahkan telah memperoleh komitmen awal dari para investor yang bersedia masuk ke pasar Iran apabila kesepakatan akhir benar-benar terwujud.

        Apabila terealisasi, investasi diperkirakan akan mengalir ke berbagai sektor strategis seperti energi, logistik, transportasi, dan manufaktur.

        Langkah itu dinilai dapat menjadi titik balik bagi perekonomian Iran yang selama ini tertekan akibat berbagai pembatasan ekonomi dari Barat.

        Namun, peluang mendapatkan investasi raksasa tersebut tidak datang tanpa syarat.

        Amerika Serikat meminta Iran memenuhi sejumlah ketentuan utama sebelum dana investasi mulai beroperasi.

        Salah satu syarat paling penting adalah pembongkaran program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat.

        Selain itu, Iran juga diminta menghilangkan persediaan uranium yang telah diperkaya serta menyetujui mekanisme inspeksi internasional yang lebih ketat.

        Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bahkan mengonfirmasi adanya rencana pemberian akses kepada Iran terhadap dana yang didukung negara-negara Teluk apabila seluruh syarat tersebut dipenuhi.

        Kesepakatan investasi ini juga berdiri terpisah dari pembahasan lain yang berkaitan dengan pencabutan sanksi maupun pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

        Sebelumnya, Iran disebut sempat meminta kompensasi hingga 400 miliar dolar AS kepada Amerika Serikat atas berbagai kerugian akibat konflik dan sanksi.

        Baca Juga: Harga Pertamax Berpeluang Turun, DEN Sebut Damai AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak Dunia

        Permintaan tersebut tidak mendapat persetujuan sehingga kedua pihak akhirnya menyepakati mekanisme baru berupa pembentukan dana investasi swasta internasional.

        Dalam skema tersebut, negara-negara kawasan dapat ikut berpartisipasi melalui jalur pembiayaan langsung maupun fasilitas kredit untuk pembangunan kembali infrastruktur Iran.

        Bagi Iran, kesepakatan ini berpotensi menjadi peluang ekonomi terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

        Namun di sisi lain, Teheran harus mengambil keputusan besar terkait masa depan program nuklirnya jika ingin menikmati manfaat investasi senilai ribuan triliun rupiah tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: