Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        MoU Iran Cuma Kertas Kosong, Trump Ancam Bom Lagi

        MoU Iran Cuma Kertas Kosong, Trump Ancam Bom Lagi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara AS dengan Iran.

        Trump menegaskan bahwa perjanjian tersebut belum final, dan jika ia tidak menyukainya, maka AS akan kembali melanjutkan perang dengan Iran. Pernyataan itu, menurut Hanke, menunjukkan bahwa MoU damai antara AS dan Iran tidak bernilai di mata Trump.

        "Pres. Trump tentang MOU dengan Iran: “Perjanjian itu belum final... Jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di atas kepala mereka.” Seperti yang telah saya katakan, SEBUAH MOU TIDAK PUNYA NILAI SETARA KERTAS YANG DIGUNAKAN UNTUK MENCETAKNYA," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (18/6).

        Profesor Ekonomi Terapan di Johns Hopkins University itu menambahkan, konsep diplomasi Trump yang mengancam dengan kekerasan justru “mindblowing” alias mengejutkan dan absurd.

        "Kalau itu saja belum cukup buruk, gagasan Trump tentang diplomasi benar-benar mengejutkan," imbuhnya.

        Sebelumnya, Trump menegaskan bahwa MoU antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik bersenjata dan membuka kembali blokade Selat Hormuz belum final. Ia mengatakan jika dirinya tidak menyukai isi kesepakatan tersebut, maka AS akan kembali melanjutkan perang.

        Baca Juga: 'Terlalu Banyak Konsesi,' Senator Amerika Nilai Trump Rugikan Negara Lewat Perjanjian dengan Iran

        Hal itu disampaikan Trump di sela-sela konferensi KTT G7 yang berlangsung di kota Évian-les-Bains, Prancis, Rabu (17/6/2026).

        "Tidak, ini belum final. Ini baru nota kesepahaman, dan jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di atas kepala mereka. Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak bisa bersikap baik, kita akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah kepala mereka, oke? Karena mereka sudah tidak bisa diatur selama 47 tahun," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: