Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AS Tegur Israel agar Dukung Proses Perdamaian Timur Tengah

        AS Tegur Israel agar Dukung Proses Perdamaian Timur Tengah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menegaskan bahwa Israel harus menghormati proses perdamaian yang tengah berlangsung di Timur Tengah menyusul tercapainya nota kesepahaman (MoU) antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik militer.

        Dalam konferensi pers di Washington D.C., Kamis (18/6), Vance menyatakan bahwa proses perdamaian tersebut akan memberikan manfaat tidak hanya bagi Israel, tetapi juga bagi seluruh negara di kawasan.

        "Pada dasarnya, warga Israel, sama seperti semua pihak lainnya, harus menghormati proses perdamaian ini yang pada dasarnya bermanfaat bagi mereka dan bagi seluruh kawasan," kata Vance.

        Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah Amerika Serikat menginginkan seluruh pihak, termasuk Israel, mendukung upaya deeskalasi yang sedang dibangun pasca-kesepakatan dengan Iran.

        Vance mengatakan pemerintah AS hampir setiap hari melakukan komunikasi tingkat tinggi dengan Israel dan negara-negara Teluk untuk memastikan proses negosiasi berjalan lancar.

        Sebelumnya, pada Kamis dini hari (18/6), Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman secara jarak jauh untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

        Kesepakatan itu mencakup komitmen Iran untuk tidak memperoleh senjata nuklir, sementara persoalan program nuklir Teheran akan dibahas lebih lanjut melalui perjanjian terpisah.

        MoU tersebut juga memberikan waktu selama 60 hari bagi Washington dan Teheran untuk merundingkan kesepakatan final terkait isu nuklir Iran dan pencabutan sanksi Amerika Serikat.

        Selain itu, dokumen tersebut menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade laut, sementara Iran akan memulihkan kembali lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmen negaranya untuk menjaga perdamaian di Timur Tengah dan mendorong seluruh pihak untuk mempertahankan situasi kondusif.

        "Amerika Serikat berkomitmen pada perdamaian, dan kami mendorong semua pihak di kawasan Timur Tengah untuk tetap berkomitmen sehingga proses negosiasi dapat berjalan dengan baik," tulis Trump melalui platform Truth Social.

        Baca Juga: Israel Kangkangi Trump, Ogah Mundur dari Lebanon Meski Sudah Ada Kesepakatan Damai Amerika-Iran

        Trump juga berharap gencatan senjata dapat terwujud di berbagai titik konflik, termasuk antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

        Menurut Trump, pasar merespons positif perkembangan tersebut yang ditandai dengan penurunan harga minyak dan penguatan pasar saham.

        Dengan adanya masa negosiasi selama 60 hari ke depan, Amerika Serikat berupaya memastikan seluruh pihak di kawasan, termasuk Israel, mendukung proses diplomatik guna menjaga stabilitas Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: