Kredit Foto: PSI
PSI menegaskan bahwa rangkaian kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ke berbagai daerah bukan merupakan safari politik. Namun di tengah penegasan tersebut, berbagai temuan survei menunjukkan bahwa sosok Jokowi justru menjadi daya tarik utama yang mendongkrak citra positif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di mata publik.
Wakil Ketua Umum PSI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengatakan kunjungan Jokowi dilakukan untuk memenuhi berbagai undangan dari masyarakat, termasuk kegiatan yang melibatkan PSI. Menurut Isyana, mantan presiden tersebut kini telah kembali aktif menghadiri berbagai agenda setelah kondisi kesehatannya membaik.
"Ini bukan safari politik sebetulnya. Ini lebih ke arah bagaimana seperti yang sudah disampaikan Pak Jokowi itu memenuhi sejumlah undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di PSI," kata Isyana di Kantor DPP PSI, Jakarta.
Meski demikian, keberadaan Jokowi tetap menjadi perhatian karena pengaruhnya yang dinilai sangat besar terhadap citra partai berlambang mawar tersebut. Saat ditanya mengenai kemungkinan posisi Jokowi di PSI ke depan, Isyana memilih tidak memberikan jawaban rinci dan hanya mengatakan, "Kita tunggu saja."
Di sisi lain, hasil survei Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menunjukkan keterkaitan kuat antara citra Jokowi dan PSI di mata masyarakat. Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, menyebut fenomena tersebut mencerminkan politik Indonesia yang masih sangat dipengaruhi oleh kekuatan figur.
Menurut survei tersebut, rata-rata 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi dapat meningkatkan citra positif partai. Dari jumlah itu, 37,7 persen menyatakan dapat meningkatkan, 26,4 persen cukup dapat meningkatkan, dan 6,1 persen sangat dapat meningkatkan citra PSI.
Tak hanya itu, sebanyak 77,8 persen responden menilai Jokowi memiliki pengaruh terhadap dukungan masyarakat kepada PSI. Rinciannya, 35,8 persen menyebut berpengaruh, 30,9 persen cukup berpengaruh, dan 11,1 persen sangat berpengaruh.
Fernando menilai citra positif Jokowi turut melekat pada PSI. Sosok Jokowi yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat dinilai membentuk persepsi publik terhadap partai tersebut.
Hal itu tercermin dari temuan bahwa 64,9 persen responden menganggap PSI sebagai partai yang merakyat seperti Jokowi. Selain itu, 62,8 persen responden menilai PSI mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi.
Menurut Fernando, berbagai angka tersebut menunjukkan bahwa di mata publik, PSI dan Jokowi telah menjadi satu paket identitas politik. Ia menilai kondisi itu merupakan hasil strategi komunikasi politik yang konsisten sejak bergabungnya pendukung Jokowi ke PSI hingga terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai ketua umum partai.
Baca Juga: Berkas Sudah P-21, Ini Penyebab Roy Suryo dan dr. Tifa Diamankan Polisi
Sementara itu, Isyana menegaskan fokus utama PSI saat ini bukan pada pembahasan posisi Jokowi, melainkan memperkuat struktur organisasi partai. Menurutnya, PSI tengah mempersiapkan diri menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual menjelang Pemilu 2029.
Survei LPI bertajuk "Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra PSI dalam Pandangan Masyarakat" dilakukan secara daring pada 10-17 Juni 2026 di 32 provinsi dengan melibatkan 1.922 responden. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±2,54 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: