'Dia Harus Jaga Ucapannya,' Presiden Amerika Ngamuk dan Ancam Ambil Seluruh Wilayah Iran
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial terhadap Iran. Kali ini, Trump secara terbuka mengancam akan mengambil alih seluruh wilayah Iran apabila Teheran tetap mempertahankan sikapnya terkait program pengayaan uranium.
Ancaman tersebut dilontarkan Trump setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan melepaskan haknya untuk melakukan pengayaan uranium.
Baca Juga: Bikin 18 Halaman Surat Permohonan, Dokter Tifa Minta Dibebaskan dari Kasus Ijazah Jokowi
"Dia sebaiknya menjaga ucapannya. Dia harus memperbaiki sikapnya atau kami akan mengambil alih seluruh negaranya," kata Trump, dikutip Senin (22/6).
Pernyataan keras itu menunjukkan bahwa meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati kerangka gencatan senjata selama 60 hari, Washington masih membuka kemungkinan mengambil langkah yang jauh lebih agresif terhadap Teheran.
Trump bahkan menegaskan bahwa kerangka negosiasi yang tertuang dalam nota kesepahaman hanya merupakan sebuah pilihan politik, bukan pembatas bagi dirinya.
"Itu hanya sebuah opsi. Saya bisa melakukan apa pun yang saya inginkan setelah opsi itu berakhir," ujar Trump.
Ancaman tersebut datang di tengah situasi yang kembali memanas di Timur Tengah. Iran sebelumnya dilaporkan menutup Selat Hormuz melalui keputusan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon.
Trump juga telah memperingatkan Iran bahwa penutupan Selat Hormuz dapat berujung pada konsekuensi yang sangat serius bagi Teheran.
Pernyataan Presiden AS itu diperkirakan dapat memperkeruh proses negosiasi damai yang baru saja dimulai. Sebab, salah satu tujuan utama kerangka perundingan AS-Iran adalah menciptakan stabilitas kawasan dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
Baca Juga: 'Bagaimanapun Kami Menang,' Amerika Hanya Akan Penuhi Janjinya Kalau Ada Perubahan Sikap di Iran
Di sisi lain, ancaman mengambil alih wilayah Iran dinilai menjadi salah satu pernyataan paling keras yang pernah dilontarkan Trump kepada Teheran sejak kedua negara memulai kembali jalur diplomasi beberapa pekan terakhir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: