Kredit Foto: Ist
Gelombang dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul di berbagai kota, bersamaan dengan demonstrasi penolakan dan sorotan terhadap kasus dugaan korupsi yang menjerat Badan Gizi Nasional (BGN).
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapat simpati luas, meski diwarnai kontroversi hukum.
Di Medan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turun langsung menemui massa pendukung pada Jumat (2/6/2026). Ia menegaskan bahwa MBG terbukti memberi manfaat nyata bagi anak-anak sekolah.
Menurut Bobby, orang tua kini bahkan menjadikan keberadaan program ini sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih sekolah. Ia menambahkan, setiap kali berkunjung ke daerah, respons masyarakat terhadap MBG selalu positif.
“Saya kalau ke daerah sering menanyakan bagaimana respons anak-anak kita, orang tua, yang mendapatkan manfaat secara langsung, responsnya positif,” jelasnya, dikutip Senin (22/6).
Sementara itu, di Surabaya, Siti Aisah yang menjabat sebagai Ketua DPD Emak Emak Muda (EMUD) Relawan Prabowo Jawa Timur menilai MBG sangat penting di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak membutuhkan perdebatan, melainkan solusi nyata.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan akibat pengaruh global, masyarakat tidak membutuhkan perdebatan, tetapi membutuhkan solusi dan kepedulian nyata,” jelas Siti Aisah pada Sabtu (21/6/2026).
Karena itu, ia mendorong Presiden Prabowo untuk tetap semangat menjalankan MBG dan mengajak masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk ikut membantu warga yang membutuhkan.
Di Jakarta, aksi dukungan terhadap MBG digelar pada 17 Juni 2026 di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan. Massa menolak wacana penghentian program tersebut dan menegaskan bahwa MBG masih sangat dibutuhkan. Selain itu, mereka juga menyuarakan dukungan terhadap penegakan hukum serta pemberantasan korupsi agar tata kelola program pemerintah lebih transparan.
Namun, di balik dukungan tersebut, Kejaksaan Agung masih melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi MBG. Pada Kamis malam, 18 Juni 2026, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing, ditetapkan sebagai tersangka baru. Dengan penetapan ini, total enam orang kini telah resmi menjadi tersangka dalam perkara tersebut.
Baca Juga: Demo Tiada Henti, Wakil Rakyat Akhirnya Beberkan Janji Baru Soal BBM hingga MBG
Baca Juga: 37 Organisasi Tolak Wacana MUI Pidanakan LGBT, Singgung Korupsi MBG hingga BBM
Aksi-aksi yang berlangsung di berbagai kota menunjukkan adanya dua arus besar di tengah publik, satu pihak menuntut agar MBG tetap berjalan demi keberlanjutan gizi anak bangsa, sementara pihak lain menekankan perlunya evaluasi tata kelola di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Program ini kini berada di persimpangan, di satu sisi dianggap sangat penting untuk masa depan generasi muda, namun di sisi lain harus dibersihkan dari praktik korupsi agar benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: