Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Drama Politik Memanas! PDIP vs AHY: Kalau Mau Cari Kambing, Tunggu Idul Adha!

        Drama Politik Memanas! PDIP vs AHY: Kalau Mau Cari Kambing, Tunggu Idul Adha! Kredit Foto: Website DPR RI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung posisi PDIP. Menurut Deddy, AHY sebaiknya tidak melontarkan ucapan yang bisa memicu hasutan.

        Deddy mengingatkan bahwa tudingan terhadap PDIP sebagai dalang aksi demonstrasi bukan hal baru. Ia mencontohkan pada 2025 partainya pernah dituduh serupa, namun tidak ada satu pun kader PDIP yang diproses hukum sehingga tuduhan itu gugur dengan sendirinya.

        "Kan dulu 2025 juga kita dituding sebagai dalang demo. Sekarang juga dituding jadi dalang demo. Nah, tudingan-tudingan ini kan terbantahkan sendiri. Tahun 2025 tidak ada satu pun orang PDI Perjuangan atau terkait dengan PDI Perjuangan yang diproses hukum oleh aparat, ya. Jadi, dengan sendirinya kan terbantahkan itu oleh fakta," kata Deddy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, dikutip Rabu (24/6).

        Kini, kata Deddy, tuduhan kembali diarahkan kepada Andi Widjajanto. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar, hanya berdasarkan asumsi. 

        "Nah, sekarang sama saja. Dituduh-tuduh Andi Widjajanto. Bahkan seorang menko seperti AHY ngomong, ya jangan menghasut," ujarnya.

        "Ini lagi-lagi membuktikan bahwa memang berada di luar pemerintahan itu selalu mudah menjadi kambing hitam, ya," sambungnya.

        Deddy melanjutkan, pihak-pihak yang mempertanyakan posisi PDIP, menurutnya didasari ketidakpuasan di dalam lingkungan pemerintah.

        "Saya melihat dalam kasus kenapa partai-partai lain ribut soal posisi PDI Perjuangan itu, ini kemungkinan besar ketidakpuasan di kalangan mereka sendiri terhadap posisi mereka di dalam pemerintahan, atau tau mungkin mereka pengen dapat perhatian lebih dari presiden, saya nggak ngerti," ujarnya.

        "Tetapi ini adalah bukti bahwa mereka itu ya asal bunyi saja kalau menurut saya, tanpa fakta-fakta yang mendukung," sambungnya.

        Deddy menambahkan, aksi mahasiswa yang terjadi belakangan ini adalah gerakan murni, bukan rekayasa politik. Ia menilai mustahil ada pihak yang mampu mengorkestrasi demonstrasi besar-besaran di seluruh Indonesia. Karena itu, ia meminta partai-partai koalisi pemerintah tidak menjadikan PDIP sebagai kambing hitam.

        Baca Juga: Pantes Koalisi Prabowo 'Takut' Jika PDIP Masuk Pemerintah

        Baca Juga: Ade Armando Bongkar: PDIP Bisa Rugi Besar Kalau Nekat Gabung Pemerintah

        "Kalau mau cari kambing ya pas kurban, jangan pas hari-hari begini, gitu loh. Ya, bilang sama Pak AHY, sama Misbakun, cari kambing tuh pas ini aja, pas lebaran kurban, jangan pas ma rakyat dan mahasiswa sedang merasa aspirasi mereka diabaikan," tuturnya.

        Sementara itu, AHY menegaskan bahwa oposisi tetap harus memberi kritik yang konstruktif, bukan sekadar menyalahkan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kepentingan nasional di atas kepentingan partisan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: