Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dari Timur Indonesia ke Panggung Nasional, Qodari: Bahlil adalah 'Indonesian Dream'

Dari Timur Indonesia ke Panggung Nasional, Qodari: Bahlil adalah 'Indonesian Dream' Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bukan sekadar anggota Kabinet Merah Putih. Di mata Prabowo, Bahlil juga merupakan mitra politik.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

"Beliau tidak hanya anak buah. Dia menteri tapi juga mitra," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut menggambarkan posisi Bahlil yang dinilai memiliki peran lebih dari sekadar menjalankan tugas sebagai menteri dalam pemerintahan Prabowo.

Peluncuran buku tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat perjalanan Bahlil selama lima dekade, baik dari sisi kiprah pribadi maupun perannya dalam pemerintahan dan politik.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari turut menilai perjalanan hidup Bahlil sebagai gambaran nyata dari apa yang disebutnya sebagai "Indonesian Dream".

Menurut Qodari, perjalanan Bahlil dari Indonesia Timur hingga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis menunjukkan bahwa kesempatan bagi anak Indonesia untuk berkembang dan mencapai posisi nasional terbuka luas.

"Pertama saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke lima puluh untuk Pak Bahlil, yang kedua selamat atas peluncuran bukunya, yang ketiga selamat atas kehadiran Bapak Presiden dalam acara peluncuran buku ini," ujar Qodari.

Ia mengatakan, perjalanan Bahlil dapat menjadi pembelajaran bagi anak-anak Indonesia. Menurutnya, kecerdasan, daya juang, dan kemampuan membangun jaringan menjadi sejumlah hal yang dapat mendukung seseorang dalam meraih keberhasilan.

"Dari Pak Bahlil kita bisa belajar, bisa melihat bagaimana kemungkinan-kemungkinan untuk anak Indonesia berkembang dan sukses itu sangat terbuka lebar, sejauh memiliki kecerdasan, memiliki daya juang, dan memiliki jaringan persahabatan yang baik," ujar Qodari.

Bahlil diketahui pernah dipercaya sebagai Menteri Investasi sebelum menjabat Menteri ESDM. Ia juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar.

"Bahlil mewujudkan Indonesian Dream," kata Qodari.

Qodari menjelaskan, Indonesian Dream yang dimaksudnya adalah kondisi ketika setiap anak Indonesia memiliki kesempatan untuk meraih prestasi, menggapai cita-cita, dan menjadi tokoh nasional tanpa dibatasi latar belakang maupun daerah asal.

"Indonesian Dream adalah sebuah situasi dan kondisi di mana setiap orang, setiap anak-anak di Indonesia mampu menggapai prestasi, meraih cita-cita menjadi tokoh," ujarnya.

Menurut Qodari, gagasan tersebut sejalan dengan sejumlah program pemerintahan Prabowo yang disebutnya membuka ruang lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk berkembang.

Ia menyinggung program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Sekolah Terintegrasi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta program pendidikan lainnya.

"Dan Pak Prabowo dengan berbagai macam programnya memberi ruang, membuka ruang yang lebih besar untuk terwujudnya Indonesian Dream," kata Qodari.

Selain perjalanan pribadi Bahlil, Qodari menilai buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia memberikan gambaran mengenai proses pengambilan kebijakan dan terobosan ekonomi.

Menurut dia, salah satu pembelajaran yang dapat diambil berkaitan dengan kebijakan hilirisasi, termasuk pengelolaan nikel dan sumber daya alam lainnya.

"Dari buku Pak Bahlil tersebut kita bisa belajar bagaimana pembuatan kebijakan diambil, bagaimana terobosan-terobosan dilakukan, khususnya untuk membuat ekonomi Indonesia menjadi maju dan Indonesia menjadi negara yang lebih berdaulat," ujar Qodari.

Ia menyebut buku tersebut memberikan dua sisi pembelajaran. Pertama, perjuangan pribadi Bahlil dalam mencapai cita-cita. Kedua, perjalanan Indonesia dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan hilirisasi.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Presiden dan Menterinya, Prabowo Sebut Bahlil Lahadalia Sebagai Mitra

"Jadi acara pada hari ini, Alhamdulillah, sangat menginspirasi, sekali lagi baik dari perjuangan Pak Bahlil, maupun bagaimana Indonesia berusaha untuk menjadi negara yang lebih baik dalam kebijakan ekonomi, dalam mengelola sumber daya alamnya," kata Qodari.

Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional. Selain Prabowo, hadir Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Kepala Badan Intelijen Negara Herindra, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Bagi Qodari, perjalanan Bahlil memasuki usia 50 tahun bukan semata-mata kisah keberhasilan personal. Perjalanan tersebut dinilai menggambarkan gagasan Indonesian Dream, yakni terbukanya kesempatan bagi setiap anak Indonesia untuk berkembang dan mengejar cita-cita.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: