Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil: Uji Coba CNG 3 Kg Masuk Tahap Akhir

        Bahlil: Uji Coba CNG 3 Kg Masuk Tahap Akhir Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Uji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram ditargetkan rampung pada Juli hingga Agustus 2026. Pemerintah menilai pengembangan tabung CNG ukuran kecil menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini pengujian tabung CNG 3 kilogram telah memasuki tahap ketiga. Uji coba dilakukan di Indonesia dan China guna memastikan keamanan serta kelayakan teknologi sebelum diterapkan secara luas.

        “Sekarang lagi diuji coba tahap ketiga. Insyaallah, doain, Juli ini atau Agustus sudah bisa kami selesaikan,” ujar Bahlil usai meresmikan mini LNG plant milik PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis.

        Menurut Bahlil, teknologi CNG sebenarnya bukan hal baru. Gas alam terkompresi tersebut telah digunakan di berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, dan kafe hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada tabung berkapasitas besar, umumnya di atas 10 hingga 20 kilogram.

        Pemerintah kini berupaya mengembangkan tabung CNG berukuran kecil yang setara dengan LPG subsidi 3 kilogram agar dapat digunakan oleh rumah tangga. Tantangan utama dalam pengembangannya terletak pada aspek teknis, mengingat tekanan gas dalam tabung CNG mencapai 200–250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan LPG yang berkisar 5–10 bar.

        Bahlil menegaskan, apabila pengujian berhasil diselesaikan, pemerintah akan mulai mendorong implementasi CNG secara lebih luas di sejumlah wilayah yang dinilai siap.

        Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari alternatif pengganti LPG 3 kilogram yang selama ini masih sangat bergantung pada pasokan impor. Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi LPG nasional mencapai lebih dari 8,5 juta metrik ton (MT) per tahun. Sementara itu, produksi dalam negeri baru sekitar 1,91 juta MT sehingga kebutuhan sebesar 7,47 juta MT harus dipenuhi melalui impor.

        Baca Juga: ESDM Dorong Jargas CNG, PGN Bangun 4.500 Sambungan Rumah di Sleman

        Dari sisi ekonomi energi, penggunaan CNG dinilai memiliki potensi mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan dan anggaran negara karena seluruh bahan bakunya berasal dari sumber daya gas alam domestik. Indonesia juga memiliki cadangan gas yang cukup besar, termasuk temuan cadangan baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri.

        Dengan memanfaatkan sumber gas nasional sebagai pengganti LPG impor, pemerintah berharap dapat meningkatkan ketahanan energi sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional. Karena itu, percepatan pengembangan dan adopsi CNG menjadi salah satu agenda penting dalam strategi transisi menuju pemanfaatan energi domestik yang lebih optimal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: