Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sempat Hijau, IHSG Terkoreksi Tipis ke 5.893 di Sesi Pembukaan Senin

        Sempat Hijau, IHSG Terkoreksi Tipis ke 5.893 di Sesi Pembukaan Senin Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka hijau di level 5.932 pada perdagangan Senin (29/6/2026). Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.03 WIB, IHSG sempat terkoreksi sebesar 2,408 poin atau 0,04% ke level 5.893,726.

        Pada awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertingginya (high) di 5.942,772, namun kembali tertekan hingga menyentuh level terendah (low) di 5.879,373. Adapun IHSG dibuka (open) pada posisi 5.932,029.

        Tercatat, volume saham yang ditransaksikan mencapai 776,420 juta lembar saham, dengan nilai transaksi (turnover) sebesar Rp505,772 miliar. Frekuensi perdagangan saham di awal sesi ini tercatat sebanyak 77.773 kali transaksi.

        Sebanyak 214 saham terpantau menguat, sementara 241 saham mengalami pelemahan. Di sisi lain, 203 saham lainnya masih bergerak stagnan (unchanged).

        Adapun kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal sesi perdagangan ini tercatat mencapai Rp10.329,683 triliun.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan melemah terbatas sejak “wave (b)” terbentuk. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume, namun RSI menunjukkan sinyal positif.

        Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 302 miliar pada akhir pekan lalu, dengan saham Big Banks seperti BMRI menjadi target jualan utama. Meskipun sektor keuangan menguat tipis 0,03%, tekanan jual asing ini masih membebani langkah IHSG.

        Akan tetapi, adapun nilai tukar rupiah sedikit menguat 0,12% ke kisaran Rp17.922 per dolar AS berkat intervensi moneter BI lewat lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hal ini diharapkan dapat menjadi penahan agar koreksi indeks tidak terlalu dalam. Apalagi pergerakan IHSG sebenarnya sudah mulai terlihat membentuk “wave (b)”.

        Sementara itu, keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia masuk dalam kategori emerging market, telah menepis kekhawatiran downgrade ke frontier market untuk sementara waktu, sejatinya dapat memberikan katalis positif bagi IHSG.

        Di sisi lain, para pelaku investor menantikan peririlisan data makroekonomi awal bulan Juli dalam pekan ini, meliputi inflasi domestik, neraca perdagangan, serta indeks manufaktur Purchasing Managers' Index (PMI).

        Baca Juga: IHSG Pekan Ini Dibayangi Tren Turun, Cek Rekomendasi Saham dari Analis

        Baca Juga: IHSG Anjlok 4,55%, Asing Kabur Rp3,43 Triliun! Ini Saham Paling Cuan dan Boncos

        Sementara dari geopolitik, adapun prospek perdamaian antara AS dengan Iran kembali meredup setelah kedua negara ini saling melancarkan serangan militer. Hal ini diakibatkan perbedaan tafsir atas kesepakatan perdamaian, khususnya terkait kendali Selat Hormuz.

        Meskipun demikian, sentimen dari konflik AS-Iran ini tidak lagi menjadi kekhawatiran utama bagi para pelaku pasar sebab harga minyak global sudah menurun. Hal ini tentunya meredakan kekhawatiran atas membengkaknya subsidi BBM dalam negeri dan menahan lajunya imported inflation.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: