Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Menguat ke Rp17.851 Usai Pemerintah Kembalikan Dana Rp281 Triliun ke Himbara

        Rupiah Menguat ke Rp17.851 Usai Pemerintah Kembalikan Dana Rp281 Triliun ke Himbara Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke level Rp17.851 pada perdagangan Senin (29/6/2026). Mata uang Garuda menguat 71 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.922 per USD.

        Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelaku pasar saat ini masih menunggu sejumlah indikator ekonomi awal bulan Juli, yakni data neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi.

        "Kedua data tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan arah pergerakan rupiah selanjutnya," kata Ibrahim kepada wartawan.

        Selain itu, restrukturisasi badan usaha milik negara ( BUMN ) juga dinilai sebagai langkah strategis. Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan akan memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi hanya sekitar 250 perusahaan.

        "Pemangkasan jumlah BUMN ini bertujuan mengurangi beban anggaran yang besar, sekaligus meningkatkan efisiensi," imbuh dia.

        Baca Juga: Kemenkeu Kembalikan Dana Rp281 Triliun ke Bank Himbara

        Baca Juga: Guyur Likuiditas Rp400 Triliun ke Himbara, Purbaya: Kredit Bisa Tumbuh 14-15%

        Penguatan tersebut juga terjadi setelah dana pemerintah yang ada di Bank Indonesia (BI) akan ditempatkan lagi ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp281 triliun. 

        "Dana tersebut sebelumnya sempat diambil secara bertahap, dari Rp281 triliun kan awalnya, Rp110 triliun ditarik, ini dikembalikan lagi Rp110 triliun, jadi tetap Rp281 triliun," ungkap dia.

        Selain itu, pemerintah menyiapkan hingga Rp100 triliun dana siaga jika perlu ditempatkan di perbankan. Penempatan tersebut sebagai likuiditas untuk memperkuat kapasitas perbankan dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: