Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sarinah Gandeng 15 BUMN, Fokus Tingkatkan Daya Saing UMKM Nasional

        Sarinah Gandeng 15 BUMN, Fokus Tingkatkan Daya Saing UMKM Nasional Kredit Foto: Sarinah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sebanyak 15 badan usaha milik negara (BUMN) berkolaborasi dalam program Sarinah Pandu untuk memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembinaan terpadu. Program tersebut mempertemukan 68 UMKM binaan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) dalam pelatihan yang difokuskan pada penguatan aspek bisnis, legalitas, hingga pemasaran.

        Program yang diselenggarakan PT Sarinah (Persero) di Medan pada 23 Juni 2026 itu menjadi bagian dari sinergi antar-BUMN dalam meningkatkan daya saing UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan memperluas akses pasar.

        Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Raisha Syarfuan mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui dukungan pembiayaan, tetapi juga memerlukan penguatan kapasitas usaha secara menyeluruh.

        “UMKM Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Namun untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif, dibutuhkan penguatan kapasitas bisnis yang menyeluruh. Melalui Sarinah Pandu, kami ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis yang selama ini kami terapkan dalam mengembangkan serta mengkurasi brand-brand lokal Indonesia. Kami percaya kolaborasi antar-BUMN akan menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat sehingga semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun global,” ujar Raisha, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (29/6/2026). 

        Dalam program tersebut, Sarinah memberikan pembekalan mengenai tiga aspek utama pengembangan usaha, yakni literasi keuangan, legalitas dan sertifikasi, serta pemasaran dan branding. Materi disampaikan oleh tim profesional Sarinah yang berpengalaman dalam pendampingan UMKM, kurasi produk, pengembangan merek, hingga perluasan akses pasar.

        Pembinaan tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan tata kelola usaha, memenuhi persyaratan legalitas produk, sekaligus memperkuat strategi pemasaran agar lebih kompetitif.

        Penata Kelola Perusahaan Negara Madya Kementerian BUMN Rugun Hutapea mengatakan kolaborasi antar-BUMN menjadi langkah strategis dalam memperluas dampak pembinaan terhadap UMKM nasional.

        Baca Juga: Kementerian UMKM Sebut Pelaku Usaha yang Masuk Inkubator Lebih Cepat Sukses

        Baca Juga: UMKM Terjepit dari Segala Arah, Harga BBM hingga Biaya Platform Jadi Beban

        Baca Juga: OJK Sebut UU P2SK Perluas Aturan Hapus Tagih Kredit UMKM

        “Sinergi antar-BUMN dalam pembinaan UMKM merupakan langkah strategis untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas pasar, dan tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan. Pada akhirnya, pertumbuhan UMKM akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

        Kolaborasi Sarinah Pandu melibatkan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), PT Jasa Raharja, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kawasan Industri Medan (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pegadaian (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV, PT Pos Indonesia (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda, PT Taspen (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: