Presiden Paraguay Tetapkan Hari Libur Nasional setelah Tumbangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Kredit Foto: Instagram/albirroja
Kemenangan dramatis Paraguay atas Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya dirayakan para pemain di lapangan, tetapi juga seluruh masyarakat di negaranya.
Presiden Paraguay, Santiago Peña, bahkan menetapkan Selasa (30/6/2026) sebagai Hari Libur Nasional untuk merayakan keberhasilan tim berjuluk La Albirroja melangkah ke babak 16 besar.
Keputusan itu diumumkan beberapa jam setelah Paraguay menyingkirkan Jerman lewat adu penalti 4-3, usai kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Dalam unggahannya di media sosial X, Peña menyebut kemenangan tersebut melampaui sekadar hasil pertandingan sepak bola.
"Hari ini, seluruh negeri merayakannya. Negara ini merayakan kemenangan sebuah tim yang merepresentasikan jati diri terdalam kami, kegigihan, keyakinan, dan kekuatan rakyat yang tidak pernah menyerah," tulis Peña.
Presiden Paraguay juga membagikan foto saat dirinya menandatangani dekret yang menetapkan hari libur nasional bagi seluruh warga negara.
Pemerintah menilai pencapaian Paraguay layak dikenang sebagai momen bersejarah karena berhasil menyingkirkan salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
Dalam isi dekret tersebut disebutkan bahwa keberhasilan tim nasional bukan hanya prestasi olahraga, melainkan kebanggaan nasional yang pantas dirayakan bersama seluruh rakyat Paraguay.
"Pemerintah tidak dapat bersikap acuh tak acuh terhadap pencapaian luar biasa ini. Perlu memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat Paraguay untuk berkumpul dan merayakan hari bersejarah ini," demikian bunyi dekret tersebut.
Paraguay pun menjadi negara Amerika Selatan kedua di Piala Dunia 2026 yang memberikan hari libur nasional setelah kemenangan besar atas Jerman.
Sebelumnya, Presiden Ekuador Daniel Noboa juga mengambil langkah serupa ketika timnya mengalahkan Jerman 2-1 pada fase grup.
Di sisi lain, hasil tersebut memperpanjang deretan mimpi buruk yang terus menghantui Jerman sejak mengangkat trofi Piala Dunia 2014 di Brasil.
Setelah menjadi juara dunia, Der Panzer gagal lolos dari fase grup pada edisi 2018 dan 2022, sebelum akhirnya kembali tersingkir lebih awal pada Piala Dunia 2026.
Ironisnya, kegagalan kali ini datang setelah Jerman tampil meyakinkan pada laga pembuka dengan menghancurkan Curacao 7-1.
Namun performa mereka perlahan menurun hingga akhirnya harus mengakhiri perjalanan melalui drama adu penalti melawan Paraguay.
Kekalahan tersebut juga mematahkan rekor impresif Jerman dalam adu penalti di Piala Dunia.
Sebelum menghadapi Paraguay, Jerman selalu keluar sebagai pemenang dalam empat adu penalti yang mereka jalani sepanjang sejarah turnamen.
Terakhir kali mereka menang lewat adu penalti terjadi pada perempat final Piala Dunia 2006 ketika menyingkirkan Argentina dengan skor 4-2.
Baca Juga: Argentina hingga Portugal Jadi Sorotan, Ini Laga Paling Dinanti di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Secara keseluruhan, kekalahan dari Paraguay juga menjadi kegagalan kedua Jerman dalam adu penalti di turnamen mayor setelah final Piala Eropa 1976 melawan Cekoslowakia.
Bagi Paraguay, kemenangan itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola nasional sekaligus membuka peluang mencatat perjalanan terbaik mereka di Piala Dunia.
Sementara bagi Jerman, kekalahan tersebut kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan tim yang dulu dikenal sebagai langganan kandidat juara dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: