Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gelombang Panas Ekstrem di Prancis, 300 Orang Dilaporkan Tewas

        Gelombang Panas Ekstrem di Prancis, 300 Orang Dilaporkan Tewas Kredit Foto: Reuters/Benoit Tessier
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis pada akhir Mei 2026 diperkirakan menyebabkan sedikitnya 300 kematian berlebih (excess death). Estimasi awal tersebut dirilis otoritas kesehatan Prancis pada Selasa (30/6/2026).

        Kematian berlebih itu terjadi dalam periode 26–30 Mei 2026 ketika 17 wilayah di Prancis berstatus siaga oranye berdasarkan peringatan badan meteorologi Meteo-France. Selama periode tersebut, angka kematian dari semua penyebab meningkat 13,9 persen dibandingkan kondisi normal.

        Otoritas kesehatan menyebut kelompok usia 75 tahun ke atas menjadi yang paling terdampak oleh suhu ekstrem.

        Dari sekitar 300 kematian berlebih yang tercatat, sekitar 230 kasus berasal dari kelompok lansia. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan perkiraan angka kematian normal pada periode yang sama.

        Data tersebut merupakan estimasi awal berdasarkan laporan hingga 23 Juni 2026 dan masih berpotensi berubah seiring masuknya data terbaru.

        Otoritas kesehatan menjelaskan tingginya angka kematian dipengaruhi waktu datangnya gelombang panas yang lebih awal dari biasanya. Kondisi itu membuat masyarakat belum sempat beradaptasi dengan suhu tinggi, sementara aktivitas sekolah dan perkantoran masih berlangsung normal.

        "Gelombang panas yang semakin sering terjadi dan kian parah dengan keterkaitan erat terhadap perubahan iklim global memiliki dampak signifikan yang kini dapat diukur bagi kesehatan masyarakat," tulis otoritas kesehatan Prancis.

        Sebanyak 17 wilayah yang terdampak paling parah berada di kawasan Brittany, Île-de-France, Normandia, Nouvelle-Aquitaine, dan Pays de la Loire.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: