Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dulu Pecinta Jokowi, Masuk PDIP Jadi Pembenci, Kata Ade Armando

        Dulu Pecinta Jokowi, Masuk PDIP Jadi Pembenci, Kata Ade Armando Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Politisi Ade Armando menyindir sosok yang dulu disebutnya sebagai pecinta Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan sempat menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), namun setelah bergabung dengan PDI Perjuangan (PDIP) berubah haluan politik secara drastis.

        Sosok tersebut adalah Guntur Romli, yang mengundurkan diri dari PSI pada 5 Agustus 2023 dan bergabung dengan PDIP untuk maju sebagai calon legislatif pada 20 Agustus 2023.

        "Dia ini dulu adalah pecinta Jokowi dan berpartai di PSI. Tapi sejak dia pindah ke PDIP, haluan politiknya berubah 180 derajat Kini dia menjadi tokoh pembenci Jokowi," ungkap Ade dalam kana YouTube COKRO TV, dikutip Rabu (1/7).

        Selain itu, Guntur Romli juga mengomentari foto Jokowi yang menjalani prosesi adat di Lampung dengan menginjak kepala kerbau di atas karpet merah di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026).

        "Dia juga mengomentari foto Pak Jokowi berpakaian raja menginjak kepala kerbau dengan pengada-ada Guntur mengatakan foto itu membuktikan bahwa Jokowi adalah sosok yang membangun kepemimpinannya dengan menggabungkan feodalisme, populisme, dan machiavelisme," ungkap Ade.

        Sebelumnya, Guntur Romli melontarkan kritik terkait foto viral Jokowi dalam rangka penganugerahan gelar adat ‘Baginda Pemuka Bangsa’.

        Menurut Guntur, visual tersebut menunjukkan gaya kepemimpinan Jokowi yang selaras dengan isi disertasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengenai the triangle of authoritarian populism.

        Pertama, ada nuansa feodalisme, di mana Jokowi digambarkan bak seorang raja absolut yang dikelilingi oleh pengikut yang terbuai. Kedua, unsur populisme terlihat dari praktik bagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik simpati rakyat.

        Baca Juga: Momen Presiden Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara

        "Dan karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya," jelas Guntur. "

        "Tidak heran meskipun sudah menjadi Presiden 2 periode dan menjadikan anaknya Gibran sebagai Wapres melalui manipulasi MK, dan menantunya Bobby sebagai Gubernur Sumut, serta Kaesang sebagai Ketua Umum PSI," tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: