Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ade Armando: PDIP Terus Begini, Bakal Gali Kuburnya Sendiri

Ade Armando: PDIP Terus Begini, Bakal Gali Kuburnya Sendiri Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politisi Ade Armando menilai PDI Perjuangan (PDIP) akan menggali kuburnya sendiri jika terus merespons isu terkait Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) secara berlebihan, khususnya dalam polemik ritual adat injak kepala kerbau di Lampung.

Ade menyarankan agar PDIP lebih selektif dalam menyikapi isu yang beredar, sehingga hanya memperdebatkan hal-hal yang relevan di hadapan publik dan tidak mempermalukan diri sendiri.

"Tapi kalau PDI Perjuangan marah-marah hanya karena Pak Jokowi blusukan dan menginjak kepala kerbau, itu justru akan mempermalukan PDI Perjuangan," ucapnya dalam kanal YouTube COKRO TV, dikutip Rabu (1/7).

"Karena itu, yang menjadi tantangan bagi PDI Perjuangan ke depan adalah memilih isu mana yang benar-benar layak dijadikan perdebatan politik. Kalau tidak, PDI Perjuangan akan terus menggali lubang kuburnya sendiri," imbuhnya.

Ade menutup pernyataannya dengan ajakan menggunakan akal sehat. 'Ayo gunakan akal sehat, karena hanya kalau kita gunakan akal sehat, Indonesia akan selamat." 

Sebelumnya, Guntur Romli melontarkan kritik terkait foto viral Jokowi saat menerima gelar adat ‘Baginda Pemuka Bangsa’ di Lampung, Sabtu (27/6/2026). Dalam prosesi itu, Jokowi mengenakan pakaian kebesaran dan menginjak kepala kerbau di atas karpet merah di Kedatun Keagungan Lampung.

Menurut Guntur, visual tersebut menunjukkan gaya kepemimpinan Jokowi yang selaras dengan isi disertasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengenai the triangle of authoritarian populism.

Pertama, ada nuansa feodalisme, di mana Jokowi digambarkan bak seorang raja absolut yang dikelilingi oleh pengikut yang terbuai. Kedua, unsur populisme terlihat dari praktik bagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik simpati rakyat.

Baca Juga: Ade Armando Murka: Rakyat Cinta Jokowi Bukan Karena Amplop dan Sembako

"Dan karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya," jelas Guntur. "

"Tidak heran meskipun sudah menjadi Presiden 2 periode dan menjadikan anaknya Gibran sebagai Wapres melalui manipulasi MK, dan menantunya Bobby sebagai Gubernur Sumut, serta Kaesang sebagai Ketua Umum PSI," tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya