Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dikelilingi Informasi Bohong, Prabowo Disebut seperti 'Raja Tanpa Pakaian'

Dikelilingi Informasi Bohong, Prabowo Disebut seperti 'Raja Tanpa Pakaian' Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menjelang dua tahun pemerintahan berjalan, analis militer dan pertahanan Prof. Connie Rahakundini Bakrie melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti pola komunikasi di lingkaran dalam Istana yang dinilai berpotensi membuat presiden tidak memperoleh informasi secara objektif mengenai kondisi masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan Connie dalam tayangan siniar di kanal YouTube Hendri Satrio Official pada Kamis (13/8/2026). Menurut Connie, seorang pemimpin dapat kehilangan kepekaan terhadap persoalan di lapangan apabila orang-orang di sekitarnya tidak memberikan masukan secara jujur.

"Kalau temanmu semua pembohong, membohongi kamu, ya kamu otomatis terbohongi dan secara tak langsung menjadi bagian dari kebohongan itu," kata Connie.

Ia menduga orang-orang di sekitar presiden tidak sepenuhnya dapat atau berani menyampaikan kondisi sebenarnya. Situasi tersebut, menurut Connie, dapat membuat seorang pemimpin seperti "raja tanpa pakaian" karena tidak memperoleh gambaran yang utuh mengenai keadaan yang dihadapi masyarakat.

Connie juga mengaitkan kritiknya dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang menurutnya berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Ia menyinggung persoalan beban pajak serta pembangunan berbagai instrumen negara yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.

Selain persoalan kebijakan, Connie memberikan peringatan terkait kemungkinan Prabowo kembali maju dalam Pemilu 2029. Ia menyarankan presiden mempertimbangkan kembali pencalonan tersebut apabila persoalan di lingkaran terdekat kekuasaan tidak segera dibenahi.

"Selama presiden terus begini, tidak mampu mengontrol orang-orang dekatnya, tidak membiasakan diri turun melihat masyarakat, dan membiarkan orang lain mengambil panggung, mendingan tidak usah maju," ujarnya.

Connie bahkan mengingatkan bahwa pencalonan kembali tanpa pembenahan di internal pemerintahan dapat menjadi risiko politik bagi presiden.

Baca Juga: Ini Alasan PN Jaktim Tunda Pembacaan Dakwaan dr. Tifa

"Daripada maju sehari tapi diturunkan dalam 24 jam, itu kan tidak lucu," kata dia.

Di tengah berbagai protes dan persoalan ekonomi yang disebutnya berkembang di masyarakat, Connie juga menyoroti manuver sejumlah tokoh di sekitar kekuasaan. Ia menyebut adanya sosok yang dianalogikannya sebagai "Raja Wannabe", yang menurutnya justru memanfaatkan situasi dengan melakukan safari politik ke berbagai daerah.

Bagi Connie, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya presiden memperoleh informasi langsung dari masyarakat dan tidak hanya mengandalkan laporan dari para pembantunya. Ia menilai realitas sosial di lapangan perlu menjadi salah satu pijakan utama dalam menentukan kebijakan sekaligus menjaga dukungan publik terhadap pemerintahan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat